Pengamatan Kesehatan Kerja (pengalaman pribadi)

Pengamatan Kesehatan Kerja (pengalaman pribadi)

Kesehatan Kerja atau biasa secara gaya disebut Occupational Health atau OH banyak didengungkan dan coba dilaksanakan di berbagai industri mulai dari padat karya sampai migas dan pertambangan.

Sejak 2001 an lah saya amati sebagai praktisi langsung karena selain dokter umum saya juga ambil S2 tentang Kesehatan Kerja di FKUI Bagian Kedokteran Komunitas.

Mata saya terbuka, saat ikut milis atau group WA.

Read More

Membuat Executive Summary MCU Bag. 2 (Selesai)

Membuat Executive Summary MCU Bag. 2 (Selesai)

Dalam rekapitulasi selanjutnya setelah Executive Summary adalah rinciannya.

Bisa di mulai dengan hasil pemeriksaan fisik yang penting.

Misalnya IMT :

imt

Berikan komentar brillian anda sebagai dokter perusahaan.

Selanjutnya mungkin Tekanan Darah:

Dengan Acuan international

 

Top number (systolic) in mm Hg Bottom number (diastolic) in mm Hg Category
Below 120 and Below 80 Normal blood pressure
Between 120-139 or Between 80-89 Prehypertension
Between 140-159 or Between 90-99 Stage 1 hypertension
160 or higher or 100 or higher Stage 2 hypertension

tekdrh

 

 

 

 

Tuliskan analisa dokter perusahaan untuk upaya tindak lanjutnya.

 

Demikian seterusnya.

 

Read More

Pajanan Formaldehid dalam gedung perkantoran

Pajanan Formaldehid dalam gedung perkantoran

Pendahuluan

Kualitas udara dalam ruang tertutup di ruang perkantoran tergantung pada kondisi gedung., jumlah orang, ventilasi dan peralatan didalamnya sebagai sumber polutan. Para karyawan menghabiskan 58 – 78 % waktunya dalam ruangan itu., sehingga kualitas udara dalam gedung yang mengandung polutan akan mempengaruhi kesehatan karyawan tersebut. Kualitas udara yang baik dalam ruang mengandung porsi yang sama seperti di alam.

Respon psikologis masing – masing karyawan terhadap kualitas udara berbeda-beda , oleh sebab itu perlu diketahui proporsi kualitas udara raung perkantoran yang seimbang dan aman seperti halnya kualitas udara dalam daerah industri.

Read More

Membuat Executive Summary MCU Bag. 1

Membuat Executive Summary MCU Bag. 1

Kalau membuat rekapitulasi MCU masal meski cuma 100 atau 200 peserta sama saja dengan membuat ribuan peserta.

Yang perlu diperhatikan adalah kevalidan data dan strukturnya serta kemampuan mengolah dalam spreadsheet misalnya MS Excel.

Yang membuat Rekapitulasi adalah Dokter Perusahaan (OH Doctor) atau Dokter OH dari Penyedia Jasa MCU nya.

Lihat disini untuk metoda analisa nya.

Karena yang baca level Executive ada baiknya kita cantumkan pertama kali apa yang Excutive perusahaan inginkan antara lain :

Executive Summary

Buat pendahuluan duu tentang waktu, lokasi dan peserta MCU.

  1. Sebaran peserta berdasarkan departemen, umur dan jenis kelamin.
  2. Berapa persen yang ikut dari seluruh yang didaftarkan.
  3. Berapa persen yang Sehat atau Fit dan berapa yang Unfit atau yang diantara keduanya. Fit tidak Unfit juga tidak.
  4. Apakah ada dugaan penyakit akibat kerja yang ditemukan?
  5. Apakah ada penyakit parah atau penyakit menular ?

Contoh sebaran peserta MCU berdasarkan Deparemen, Umur dan Jenis Kelamin.

jumlah peserta

 

 

 

 

 

Penentuan rentang umur saya pakai 5 tahun, jika pada kelompok umur tertentu banyak maka saya perkecil jadi 3 tahun.

Pengelompokan departemen kadang juga pengelompokan berdasarkan site pabrik atau tempat kerja misalnya diperusahaan tabang yang memiliki 10 site sekaligus yang kadang memiliki perbedaan istilah departemen.

Lebih baik rekapitulasi dibuat mengikuti apa nomenklatur depertemen yang ada.

Jika ingin lebih detail atau turunan unit kerja dari departemen bisa dicantumkan setelah excutive summary saja.

Presentase karyawan sebagai peserta biasanya diketahui dari beberapa item pemeriksaan misalnya :

  1. Karyawan yang hamil dan tidak ikut Rontgen.
  2. Urine tidak dikumpulkan.
  3. Tidak ikut pemeriksaan fisik atau laboratorium.
  4. Atau tidak ikut sama sekali karena cuti atau mangkir.

Presentase Sehat (Fit), Sehat dengan catatan medik dan Perlu pemeriksaan lebih lanjut perlu “Standar Penetapan Fitness Status” . Detail Fitness Status nanti saya share cuma agak banyak dan spesifik menurut jenis industri atau pekerjaan nya.

Saya mengunakan hanya :

  1. Sehat
  2. Sehat dengan catatan medik
  3. Perlu pemeriksaan lebih lanjut

Sehat adalah tidak ada kelainan yang ditemukan berdasarkan item pemeriksaannya.

Sehat dengan catatan medik artimya kelainan ringan yang tidak akan mengganggu pekerjaan seperti misalnya, hipertensi ringan, Asam urat 7,2 atau Hemoroid grade I. Penentuan ini terserah dokter perusahaan karena dia yang tahu persyaratan pekerjaan yang di syaratkan.

Perlu pemeriksaan lebih lanjut sebenarnya Un Fit , tapi karena MCU bersifat sesaat dan satu waktu maka perlu satu step lagi untuk menentukan Un Fit yaitu pemeriksaan ulang atau langsung minta pendapat spesialis tentang penegakan diagnosis nya.

fitunfit

 

 

 

Untuk absensi hadir tidak hadir , mengumpukan spesimen atau tidak dirangkum setelah jadwal MCU ditutup.

Hal ini penting dilakukan mengingat penagihan dan kontinuitas MCU individu.

 

Read More

Fitness Status

Fitness Status

Berkali saya diminta untuk membuat standar Fit/layak kerja pada karyawan baru berdasarkan hasil MCU karyawan baru.

Sambil memandangi muka orang yang meminta tersebut dalam – dalam saya mikir, ini pasti karena sebagian besar orang tidak paham pola pikir seorang dokter dalam menentukan Fitness Status karyawan baru.

Jika saya membuat standar dari hasil MCU dengan sekitar 90 item pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang lainnya maka berapa banyak dan bagaimana caranya menentukan Fit atau tidak.

Jika dibuat satu persatu tentunya sangat janggal karena Fit tidaknya seseorang tidak dilihat dari satu persatu hasil Laboratorium atau pemeriksaan karena akan menjadi tidak wajar jika seorang kandidat dibuat Unfit hanya karena Kolesterol 250 mg/dL, atau karena Hematokrit 50 %.

Dijelaskan bagaimana pun manajemen tidak mengerti juga dan tetap meminta standar Fit karyawan baru.

Read More

Hasil laboratorium MCU

Hasil laboratorium MCU

Istilah dan kelainan dalam pemeriksaan

Nilai normal berbeda pada mesin atau laboratorium yang lain

I. Hematology

Pemeriksaan darah standar atau melihat volume dan konsentrasi darah.

1. Darah lengkap

Pemeriksaan yang terdiri dari Leikosit, Eritrosit, Haemoglobin, Haematokrit, MCV, MCH, MCHC, Trombosit dan LED.

  • Leukosit

Darah putih, darah putih jika sudah terinfeksi bakteri biasa kita sebut nanah.

  • Nilai Normal : 3.8 – 10.6  /mikro liter atau 3.800 – 10600 /mikro liter
  • Meningkat > 10.000 jika ada infeksi kuman, menurum jika kekebalan tubuh menurun.

2. Eritrosit

Jumlah sel darah merah, berbentuk bulat seperti cakram.

  • Nilai normal: Pria (4,4 – 5.9) . Wanita (3.8 – 5.2) /mikro liter
  • Kelainan jika terdapat perdarahan maka nilainya menurun.

3. Haemoglobin

Kadar sel darah merah untuk mengangkut Oksigen (untuk bernapas).

  • Nilai normal: Pria (13.2 – 17.3) , Wanita 11.7 – 15.5) /gram liter
  • Jika menurun disebut Anemia , Anemia bisa akibat kurang makan – makanan bergizi, menstruasi yang terlalu banyak atau sebab lain.

4. Haematokrit

Read More

Pitfalls tatalaksana TB Paru

Pitfalls tatalaksana TB Paru

Hadiarto Mangunnegoro Bagian pulmonologi FKUI tulisan tahun 2003 an

PENDAHULUAN

Tuberkulosis paru kendati dikenal ribuan tahun yang lalu, sedangkan istilah tuberkulosis sendiri dikenal pada era Hipocrates 460-375 SM dengan istilah phithisis yang berarti” I am wasting”. Baru pada tahun 1882 Roberth Koch menemukan kuman Mycobaterium tuberkulosis sebagai penyebab penyakit TB yang merupakan pembunuh utama masa itu karena belum ada obatnya

Pengobatan kuratif yang sebenarnya baru dikembangkan 70 tahun kemudian dimulai oleh penemuan Streptomisin (S), disusul berturut turut Para amino Salisilat (PAS), isoniazid (H),pirasinamid (Z), etambutol (E),dan terakhir Rifampicin (R) pada tahun 1966. Obat-obat inilah yang menjadi tulang punggung pengobatan kuratif TB hinggs sekarang khususnya R, H, Z, E. Sejak R ditemukan tidak ada obat baru yang menyamai kemampuan obat di atas. Kombinasi RHZE adalah obat paduan anti TB terampuh yang ditemukan hingga sekarang dengan angka mendekati hingga 100% pada kasus baru dengan BTA positip. Mengingat paduan obat tersebut merupakan satu-satunya obat terampuh, sudah pantasnya para klinisi yang melaksanakan pengobatan pada pasien TB tidak melakukan kesalahan yang berakibat gagal total.

Berbagai kesalahan atau pitfalls dapat terjadi pada pengobatan TB yang intinya merupakan undertreatment atau overtreatment. Dalam hal ini bukan dokter tetapi komplikasi efek samping obat dan biaya yang dikeluarkan yang sebenarnya tidak perlu. Berbagai kesalahan dan perangkap (pitfalls) yang sering terjadi dalam penatalaksanaan TB dapat dikelompokan dalam diagnosis yang tidak tepat dan pengobatan yang tidak adekuat atau tidak rasional.

 PITFFALS DALAM DIAGNOSIS

Read More