Hasil laboratorium MCU

Posted by on Jan 15, 2014 in Diagnosis | 0 comments

Hasil laboratorium MCU

Istilah dan kelainan dalam pemeriksaan

Nilai normal berbeda pada mesin atau laboratorium yang lain

I. Hematology

Pemeriksaan darah standar atau melihat volume dan konsentrasi darah.

1. Darah lengkap

Pemeriksaan yang terdiri dari Leikosit, Eritrosit, Haemoglobin, Haematokrit, MCV, MCH, MCHC, Trombosit dan LED.

  • Leukosit

Darah putih, darah putih jika sudah terinfeksi bakteri biasa kita sebut nanah.

    • Nilai Normal : 3.8 – 10.6  /mikro liter atau 3.800 – 10600 /mikro liter
    • Meningkat > 10.000 jika ada infeksi kuman, menurum jika kekebalan tubuh menurun.

2. Eritrosit

Jumlah sel darah merah, berbentuk bulat seperti cakram.

    • Nilai normal: Pria (4,4 – 5.9) . Wanita (3.8 – 5.2) /mikro liter
    • Kelainan jika terdapat perdarahan maka nilainya menurun.

3. Haemoglobin

Kadar sel darah merah untuk mengangkut Oksigen (untuk bernapas).

    • Nilai normal: Pria (13.2 – 17.3) , Wanita 11.7 – 15.5) /gram liter
    • Jika menurun disebut Anemia , Anemia bisa akibat kurang makan – makanan bergizi, menstruasi yang terlalu banyak atau sebab lain.

4. Haematokrit

Konsentrasi sel darah.

    • Nilai normal: Pria (40 – 51), Wanita (35 – 47)
    • Jika meningkat bisa akibat dehidrasi (kurang minum atau diare) atau demam berdarah pada saat gawat.

5. MCV

Mean corpuscular volume (MCV) adalah ukuran rata-rata sel darah merah dan dihitung dengan membagi hematokrit (Ht) dengan jumlah sel darah merah.

    • Nilai normal: 80 -m 100 fl
    •  Anemia mikrositik (anemia dengan sel darah yang kecil); Penyebab paling umum dari anemia mikrositik adalah kekurangan zat besi (yang tidak memadai karena asupan makanan, kehilangan darah gastrointestinal, atau kehilangan darah menstruasi), talasemia, anemia sideroblastik atau penyakit kronis. Dalam anemia defisiensi besi (anemia mikrositik), bisa serendah 60 sampai 70 femtolitres. Dalam beberapa kasus thalassemia, MCV mungkin rendah meskipun pasien tidak kekurangan zat besi.
    • Anemia normositik (anemia dengan ukuran sel normal) biasanya dianggap demikian karena sumsum tulang belum menanggapi dengan perubahan volume sel hal ini terjadi kadang-kadang dalam kondisi akut, yaitu kehilangan darah dan hemolisis
    • Anemia makrositik (anemia dengan ukuran sel besar); MCV tinggi dikaitkan dengan alkoholisme (Gama GT tinggi dan rasio SGOT: SGPT 2:1), defisiensi Vitamin B12 dan / atau kekurangan asam folat juga telah dikaitkan dengan anemia makrositik.

6. MCH

Mean corpuscular hemoglobin (MCH) ​​adalah jumlah rata-rata hemoglobin (Hb) per sel darah merah dan dihitung dengan membagi hemoglobin dengan jumlah sel darah merah.

    • Nilai normal: 26 – 34 pg
    • Kelainan jika menurun disebut hipokrom dan jika meningkat disebut anemia hiperkrom, akibat defisiensi besi atau talasemia

7. MCHC

Mean corpuscular hemoglobin concentration (MCHC) adalah konsentrasi rata-rata hemoglobin per satuan volume sel darah merah dan dihitung dengan membagi hemoglobin dengan hematokrit.

    • Nilai normal: 32 – 36 g/dL
    • Berkurangnya warna atau memucat (“hipokromik”) pada anemia mikrositik, dan normal (“normokromik”) pada anemia makrositik (karena ukuran sel yang lebih besar, meskipun jumlah hemoglobin atau MCH tinggi, konsentrasi tetap normal). MCHC yang meningkat (“hiperkromik”)antara lain sferositosis herediter, penyakit sel sabit dan penyakit hemoglobin C homozigot. Perhitungan ini digunakan untuk memberikan panduan kasar warna merah sel darah (pucat = lebih rendah dari standar.

8. Trombosit

Berperan dalam pembekuan darah.

    • Nilai normal: 150 – 440 /uL
    • Membekukan darah jika terjadi luka dan menurun jika ada infeksi virus misalnya demam berdarah. Jika menurun maka darah sukar membeku dan dapat terjadi perdarahan dalam,   dan nilai tinggi menyebabkan trombosis atau penyakit lain.

9. LED (Laju Endap Darah)

Kecepatan darah mengendap dalam 1 dan 2 jam

    • Nilai normal: Pria (0 – 10 )  Wanita (0 – 20)
    • Biasanya meningkat pada penyakit infeksi kronik, seperti TBC.

10. Hitung jenis Lekosit

Jumlah masing – masing jenis lekosit.

  • Basofil

Salah satu jenis Lekosit yang meningkat pada reaksi alergi.

    • Nilai normal: 0 – 1  %
    • Jika meningkat biasanya sedang terjadi reaksi alergi misalnya asma atau adanya neoplasma.
  • Eosinofil

Salah satu jenis Lekosit yang meningkat pada reaksi alergi.

    • Nilai normal: 1 – 3  %
    • Jika meningkat biasanya sedang terjadi reaksi alergi.
  • Netrofil Batang

Salah satu jenis Lekosit yang bereaksi jika terjadi infeksi atau peradangan.

    • Nilai normal: 2 – 6 %
    • Meningkat jika terjadi infeksi bakteri, mekanisme imun atau luka pada tubuh.
  • Nitrofil Segmen

Salah satu jenis Lekosit yang bereaksi jika tyerjadi infeksi atau peradangan.

    • Nilai normal: 50 – 70  %
    • Meningkat jika terjadi infeksi bakteri atau luka pada tubuh.
  • Limfosit

Adalah sejenis sel darah putih pada sistem kekebalan tubuh. Limfosit memiliki peranan penting dan terpadu dalam sistem pertahanan tubuh.

    • Nilai normal: 2 0– 40  %
    • Jika jumlahnya menurun maka kekebalan tubuh turun juga.
  • Monosit

Adalah sejenis sel darah putih pada sistem kekebalan tubuh.

    • Nilai normal: 2 – 8 %
    • Meningat pada peradangan dan imunitas.

II. Urine Lengkap

1. Makroskopis

Gambaran fisik urine

  • Warna
    • Nilai normal: jernih kuning
    • Warna menjadi lebih tua pada konsumsi obat atau makanan tertentu, sedangkan pada kondisi dehidrasi warna urin menjadi lebih tua, jika banyak darah maka akan terlihat merah bahkan didominasi oleh darah jika ada batu atau infeksi berat.
    • Pada pajanan getaran kadang ditemukan darah dalam urin tapi mungkin tidak sampai mengalami perubahan warna.
  • Kejernihan
    • Nilai normal: Jernih
    • Kekeruhan menandakan adanya kelainan pada saluran kemih sampai ginjal antara lain infeksi, batu atau tumor.
  • Berat jenis
    • Nilai normal: 1.000 – 1.030
    • Menunjukkan kepekatan urin, jika makin pekat (> 1.003) terjadi pada demam dan dehidrasi. Jika < 1.000 (encer) terjadi pada intake cairan yang berlebihan, hipotermi, alkalosis dan kegagalan ginjal yang menahun.
  • PH
    • Nilai normal: 5,0 – 8,0
    • Menunjukkan asam basa urin, pada kelainan tertentu urin dapat berubah menjadi asam atau basa misalnya pada kristal uri atau infeksi bakteri tertentu.

2. Protein

    • Nilai normal: Negatif
    • Protein seharusnya tidak ditemukan di urin, jika ditemukan protein biasanya pada kondisi infeksi atau kelainan ginjal.

3. Glukosa/Reduksi (Gula)

    • Nilai normal: Negatif
    • Jika reduksi positif artinya kemampuan ginjal menyaring gula berkurang atau terlalu banyak gula dalam darah misalnya pada diabetes melitus atau kelainan lain.

4. Keton Urine

    • Nilai normal: Negatif
    • Jika positif biasanya akibat puasa, kelainan metabolisme lemak dan diabetes melitus.

5. Bilirubin

    • Nilai normal: Negatif
    • Jika positif menunjukkan adanya kelainan hati atau emperdu atau mengkonsumsi obat tertentu.

6. Darah samar

    • Nilai normal: Negatif
    • Posistif jika ada darah dalam urin meskipun sedikit, dan juga posistif jika terkontaminasi bakteri.

7. Urobilinogen

    • Nilai normal: 0,1 – 1 mg/dl
    • > 1mg pada kelainan hati, saluran empedu atau proses hemolisa yang berlebihan di dalam tubuh.

8. Urobilin

    • Nilai normal: positif
    • Memberi warna kuning pada urin.

9. Nitrit

    • Nilai normal: negatif
    • Positif  paad infeksi bakteri di saluran kemih atau urin tercemar bakteri.

10. Mikroskopis

Gambaran fisik dibawah mikroskop.

  • Lekosit
    • Nilai normal : 0 – 5/LPB
    • Akan meningkat pada infeksi saluran kemih, kontaminasi haid atau pada keputihan.
  • Eritrosit (sel darah merah)
    • Nilai normal : 0 – 5/LPB
    • Disebut hematurian jika melebihi normal yang terjadi karena perdarahan dalam saluran kemih, seperti infark ginjal, batu ginjal , infeksi saluran kemih dan pada trauma atau pajanan getaran pada tempat kerja.
  • Epitel
    • Nilai normal : positif
    • Dapat meningkat dapat  seperti pada infeksi, radang dan batu dalam saluran kemih dengan kategori banyak atau banyak sekali.
  • Silinder
    • Nilai normal : negatif
    • Jika banyak maka menunjukkan kelainan ginjal serius.
  • Bakteri
    • Nilai normal: negatif
    • Menunjukkan adanya infeksi bakteri atau tercemar bakteri.
  • Kristal
    • Nilai normal: negatif
    • Kristal dalam urin tidak ada hubungan langsung dengan batu di dalam saluran kemih, tergantung makanan dan metabolisme tubuh termasuk konsumsi obat.
    • Amorf Urat, Amorf Phospat, Asam urat dan Calcium Oxalat
      • Nilai normal: merupakan kristal yang sering ditemukan dalam sedimen dan tidak mempunyai arti, karena kristal-kristal itu merupakan hasil metabolisme yang normal. Terdapatnya unsur tersebut tergantung dari jenis makanan, banyak makanan, kecepatan metabolisme dan kepekatan urin. Di samping itu mungkin didapatkan kristal lain yang berasal dari obat-obatan.
  • Lendir
    • Jika banyak menyebabkan kekeruhan urin meningkat.
  • Jamur
    • Menunjukkan adanya infeksi jamur.

 III. Kimia darah

bersambung

468 ad

Leave a Reply