Health Surveillance

Pemeriksaan Spirometri pada MCU

Pemeriksaan Spirometri pada MCU

Pemeriksaan Spirometri cukup ngetrend di paket MCU, sepertinya kalau sudah melakukan spirometri untuk karyawan sudah paripurna bener.

Tapi apa iya ?

Spirometri digunakan untuk menilai faal paru dengan menilai 3 hal :

  1. Mekanik paru
  2. Dinding dada
  3. Otot-otot pernapasan

Dengan mengukur jumlah volume udara yang dihembuskan dari kapasitas paru total (TLC) ke volume residu.

Indikasi pemeriksaan spirometri adalah :

  1. Diagnostik : skrining individu yang mempunyai risiko penyakit paru, mengukur fungsi paru pada individu yang mempunyai penyakit paru, menilai risiko preoperasi, menentukan prognosis penyakit yang berkaitan dengan respirasi dan menilai status kesehatan sebelum memulai program latihan.
  2. Monitor pengobatan paru.
  3. Evaluasi kecacatan.
  4. Skrining penyakit paru restriktif dn obstruktif.

Jadi pada MCU masuk ke poin no 4, pertanyaan selanjutnya ….sebelum MCU dan menentukan paket. Apakah memang ada bahaya potensial (potential hazard) yang menyebabkan paru restriksi atau obstruksi ?

Restriksi adalah sebagai berikut :

  1. Baju kesempitan
  2. Kegemukan
  3. Terganggunya pengembangan paru karena penyakit pleura
  4. Gangguan pada otot atau tulang dada
  5. Tumor pada dada

Obstruksi adalah :

  1. Asma
  2. Brokiektasis
  3. Penyakit Paru Obstruksi Kronik

Karena Medical Check Up dilaksanakan diperusahaan untuk mengetahui dampak dari pekerjaan atau lingkungan kerja maka pertanyaan selanjutnya adalah ….adakah potensi timbulnya penyakit paru restriksi dan obstruksi itu ?

Atau dengan kata lain apakah diperusahaan ada bahan berbahaya yang :

  1. Menyebab tumor daerah dada atau paru (restriksi)
  2. Menyebabkan mesotelioma (asbestosis) (restriksi)
  3. Silikosis (restriksi)
  4. Penebalan pleura (restriksi)
  5. Asma (obstruksi)
  6. PPOK (obstruksi)

Bisa dilihat di MSDS perusahaan.

Jangan salah sangka bahwa bahan kimia produksi dengan bau menyengat itu akan menyebabkan kelainan paru karena …belum tentu.

Bedakan dengan kecelakan kerja misal menghirup bahan kimia tersebut. Ini urusan kecelakan kerja bukan penyakit akibat kerja.

Bahan kimia tersebut bisa jadi mengambil rute masuk ketubuh lewat pernapasan tapi tidak menyebabkan kelainan paru, bahkan lebih banyak menyebabkan kelainan saraf.

Jadi kalau hanya debu digudang atau jalan saja apakah perlu sprirometri?

Untuk itu perlu Health Risk Assessment dulu sebelum menentukan paket spriometri atau tidak.

Ada certa lucu…begini..

Saya masuk diperusahaan baru, MCU meraka paket lengkap dengan audio dan spiro padahal bagian HO Office

Saya hapus audiometri dan spirometri nya karena tidak ada pajanan bahaya yang memerlukan pemeriksaan itu.

Salah satu karyawan marah – marah.

Kenapa spirometri dihapussss….saya kan pasien asmaaa…

Saya bilang disini tidak ada alasan karyawan diperiksa spirometri semua, kalau anda asma gunakan jatah berobat anda untuk ber spirometri ria.

 

sudahkuduga

 

 

 

Read More

Pengamatan Kesehatan Kerja (pengalaman pribadi)

Pengamatan Kesehatan Kerja (pengalaman pribadi)

Kesehatan Kerja atau biasa secara gaya disebut Occupational Health atau OH banyak didengungkan dan coba dilaksanakan di berbagai industri mulai dari padat karya sampai migas dan pertambangan.

Sejak 2001 an lah saya amati sebagai praktisi langsung karena selain dokter umum saya juga ambil S2 tentang Kesehatan Kerja di FKUI Bagian Kedokteran Komunitas.

Mata saya terbuka, saat ikut milis atau group WA.

Read More

Pajanan Formaldehid dalam gedung perkantoran

Pajanan Formaldehid dalam gedung perkantoran

Pendahuluan

Kualitas udara dalam ruang tertutup di ruang perkantoran tergantung pada kondisi gedung., jumlah orang, ventilasi dan peralatan didalamnya sebagai sumber polutan. Para karyawan menghabiskan 58 – 78 % waktunya dalam ruangan itu., sehingga kualitas udara dalam gedung yang mengandung polutan akan mempengaruhi kesehatan karyawan tersebut. Kualitas udara yang baik dalam ruang mengandung porsi yang sama seperti di alam.

Respon psikologis masing – masing karyawan terhadap kualitas udara berbeda-beda , oleh sebab itu perlu diketahui proporsi kualitas udara raung perkantoran yang seimbang dan aman seperti halnya kualitas udara dalam daerah industri.

Read More

Fitness Status

Fitness Status

Berkali saya diminta untuk membuat standar Fit/layak kerja pada karyawan baru berdasarkan hasil MCU karyawan baru.

Sambil memandangi muka orang yang meminta tersebut dalam – dalam saya mikir, ini pasti karena sebagian besar orang tidak paham pola pikir seorang dokter dalam menentukan Fitness Status karyawan baru.

Jika saya membuat standar dari hasil MCU dengan sekitar 90 item pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang lainnya maka berapa banyak dan bagaimana caranya menentukan Fit atau tidak.

Jika dibuat satu persatu tentunya sangat janggal karena Fit tidaknya seseorang tidak dilihat dari satu persatu hasil Laboratorium atau pemeriksaan karena akan menjadi tidak wajar jika seorang kandidat dibuat Unfit hanya karena Kolesterol 250 mg/dL, atau karena Hematokrit 50 %.

Dijelaskan bagaimana pun manajemen tidak mengerti juga dan tetap meminta standar Fit karyawan baru.

Read More

Tolok Ukur Kesehatan Kerja

Tolok Ukur Kesehatan Kerja

Salah satu masalah yang sering diperdebatkan adalah bagaimana mengukur kinerja Kesehatan Kerja (Occupational Health) atau biasa juga disebut KPI (keys performance  indicators) .

Sering dokter perusahaan sendiri tidak mampu menjawab apa sebenarnya yang dapat diukur dari dirinya, karena dia bukanlah seorang 100 % klinikus saat menjadi dokter perusahaan, berbeda jika anda dokter klinik (treating doctor).

Karena Dokter Perusahaan bekerja melakukan setting sistem kesehatan diperusahaan maka tolok ukur juga akan mengacu pada hal tersebut.

Satu hal yang perlu di ingat bahwa dokter perusahaan sebenarnya tidak bisa berbuat banyak dalam perbaikan lingkungan kerja dimana diantaranya jelas merugikan kesehatan pekerja.

Bisa diambil contoh tentang masalah kebisingan, seorang dokter perusahaan hanya mampu melakukan health surveillance dan tidak bisa merubah kebisingan menjadi tidak bising. Perubahan lingkungan bising menjadi tidak bising dilakukan oleh departemen opetration/produksi/plan atau mekanik/pemeliharaan.

Contoh lain adalah pajanan kimia benzene yang menyebabkan kanker darah, dokter perusahaan hanya mampu menyarankan pemeriksaan, menentukan item laboratorium dan deteksi dini. Dokter juga hanya mampu mengusulkan menganti benzene dengan bahan lain yang tidak berbahaya. Tidak mungkin dokter berupaya menganti benzene dengan bahan lain karena selain tidak meiliki pengetahuan tentang bahan penganti dokter juga bukan manajemen yang bisa menentukan alur produksi.

Dokter hanya menerima “akibat” manajemen yang buruk dalam mengelola lingkungan kerja, jadi Dokter Perusahaan hanya berperan kecil dalam  mencegah Penyakit Akibat Kerja (PAK).

Jobdes Dokter Perusahaan, hanya sekedar gambaran kerja sehari – hari dan jika dirangkum maka terdiri atas (menurut saya) :

  1. Menetapkan visi dan misi yang jelas tentang kesehatan
  2. Penilaian Risiko Kesehatan (Health Risk Assessment)
  3. Pengawasan/pemantauan Kesehatan (Health Surveillance)
  4. Pencegahan penyakit dan Penyuluhan Kesehatan (Preventive and Health Promotion)
  5. Merancang dan menerapkan instrumen kebijakan pada kesehatan pekerja (Devising and Implementing Policy instruments on Workers’ health)
  6. Medical Emergency Respon Plan

Sebagian orang merasa bahwa KPI berupa angka atau presentase dan mengunakan angka seperti Incident Frequency Rate (angka seringnya kejadian) dan Incident Severity Rate (angka keparahan). Sebagaimana lagi mengunakan istilah yang tidak ada di literatur statistik kedokteran atau kesehatan yaitu CMR (crude morbidity rate atau jika boleh diterjemahkan sebagai angka kesakitan kasar). CMR* sebenarnya Crude Mortality Rate atau angka kematian kasar pada suatu populasi dan tidak ada istilah Crude Morbidity Rate.

Crude Moratlity Rate juga biasa disebut Crude Death Rate tentunya kita tidak mau menetapkan ini di perusahaan bukan ???

Read More

Health Risk Assesment

Health Risk Assesment

Melakukan HRA disesuaikan dengan jenis industri atau pekerjaan di tempat anda.

HRA jangan dianggap pekerjaan copy paste, kebanyakan melakukannya demikian.

HRA jangan juga diberikan pada pekerja diluar Departemen HSE atau K3, jika dilakukan Dept. HSE aau K3 pastikan orang yang melakukan assessment tahu apa yang dilakukan. Hal – hal mengelikan sering terjadi jika membaca HIRADC (Hazard Identification Risk Assessment and Determining Control).

Kalau mengenai apa itu HIRADC dan lain – lain menyangkut OHSAS 18001;2007 clause 4.3.1 sebaiknya baca sendiri saja.

Yang justru dilupakan itu justru tool untuk Hazard Identification. Atau dengan kata lain “bisakah anda mengetahui suatu kegiatan/data/situasi adalah suatu hazard“. 

Read More