Undang – Undang

JobDes Dokter Perusahaan

JobDes Dokter Perusahaan

Klinik Perusahaan

  • Mengelola dan mengkoordinasikan Kesehatan Kerja termasuk survailans Kesehatan
  • Membantu pengawasan kegiatan pelaksanaan klinik serta memberikan saran-saran untuk perbaikan
  • Merancang dan merokemndasikan lay out klinik kepada manajemen
  • Memberi saran untuk menset up medical record
  • Bersama-sama GA & HRD merencanakan SDM, obat-obatan, peralatan serta ruangan klinik
  • Memberi saran untuk rujukan ke dokter spesialis sesuai dengan penyakit yang diderita oleh karyawan yang bersangkutan
  • Pengawasan terhadap pengadaan, penyimpangan dan pendistribusian obat di klinik
  • Bersama-sama dengan dokter klinik membuat protokol untuk penyakit-penyakit infeksi antara lain : TBC, Typhoid, Hepatitis B, Gastroentritis dana lain-lain.
  • Berkoordinasi dengan Departemen General Affair/Mgr. General Affair/HRD dalam pelaksanaannya sehari-hari
  • Memonitor dan mempelajari informasi yang berhubungan dengan kesehatan dan keselamatan kerja dan menyampaikan kepada manajemen bila ada hal-hal baru yang perlu untuk dilaksanakan

 Medical Check Up

Read More

Dasar Hukum Dokter Perusahaan

Dasar Hukum Dokter Perusahaan

Tidak ada tulisan yang spesifik menyatakan tentang keharusan keberadaan dokter perusahaan.

Tapi jika mengacu pada semua Undang – Undang dan Peraturan Negara Republik Indonesia semua hal yang menyangkut kesehatan tidak bisa tidak harus dilaksanakan oleh seorang dokter.

Sayangnya dalam pendidikan kedokteran dulu dan saat ini mungkin (saya tidak tahu lagi karena sudah nggak pernah ke kampus) tidak ada satu semester pun atau berapa sesi sekalipun yang mengajarkan peran sebagai dokter perusahaan.Padahal saat ini dokter perusahaan bisa sebagai pilihan karir.

Untuk itu ada Kewajiban Pelatihan Hiperkes bagi dokter perusahaan (Per 01/Men/1976) meskipun dijamin selesai pelatihan masih nggak ngerti juga.

Jika ditanya apakah perlu dokter di perusahaan ? Pertanyaan ini timbul jika manajemen perusahaan tidak mengerti tentang penyakit yang dapat timbul karena pekerjaan, manajemen seperti ini biasanya hanya memahami dokter sebagai dokter praktek umum atau spesialis di rumah sakit. Jika sekalipun dia ingin mengaji seorang dokter…dokter tersebut hanya ditempatkan di klinik dan praktek 2 jam sehari atau datang semingu dua kali untuk pengobatan yang sebenarnya bisa dilakukan di klinik samping pabrik.

Tidak terpikir oleh manajemen bahwa dokter juga berperan dalam upaya mencegah terjadinya penyakit.

Berikut tulisan dalam UU dan Peraturan Negara yang menyangkut kebutuhan seorang dokter perusahaan.

Pertama yang terpenting adalah Keputusan Presiden RI Nomor 22 Tahun 1993 tentang Penyakit Yang Timbul Karena Hubungan Kerja dimana tercantum 31 jenis penyakit.

Read More