Cumulative Trauma Disorder

Posted by on Dec 17, 2013 in Diagnosis, Health Surveillance | 0 comments

Cumulative Trauma Disorder

Cumulative Trauma Disorder (CTDs) pada pekerja kantor

Perlu di ingat bahwa faktor predisposisi pada beberapa orang perlu dicatat dalam mendiagnosis CTDs, faktor – faktor itu adalah beberapa penyakit antara lain diabetes melitus, penyakit tiroid, riwayat LBP dan riwayat trauma pada tangan dan lengan.

Definisi CTDs melibatkan 3 konsep; cedera itu sendiri pada jaringan lunak tubuh biasanya otot, tendon dan saraf. Gejala dari cedera ini adalah nyeri, peradangan dan penurunan fungsi bagian tubuh yang terkena. Penyebabnya adalah gerakan yang berulang dengan pengerahan tenaga pada bagian tubuh tertentu.

Faktor risiko yang berhubungan dengan timbulnya CTDs pada pekerja kantor adalah :

  • Gerakan pengulangan; melakukan gerakan yang sama berulang – ulang tanpa jeda istirahat yang adekuat untuk pemulihan.
  • Posisi kerja yang tidak berubah dan postur kerja yang canggung; bekerja dengan posisi tubuh tidak fisiologis pada sendi yang manapun.
  • Pengerahan tenaga; kegiatan yang memerlukan pengerahan tenaga atau percepatan dalam gerak.
  • Penekanan bagian tubuh tertentu; tekanan pada jaringan lunak tubuh oleh permukaan tempat kerja atau alat kerja.
  • Tekanan psikologis; stress akibat organisasi atau hubungan personal

Gerakan pengulangan

Gerakan pengulangan atau repetition dan nama lainnya adalah repetitive strain injuries.

Pada user komputer (data entry) terutama yang bekerja melulu dengan mengetik didapatkan sekitar 70 kata per menit dan mendekati 2100 tekanan pada keyboard per jam pada setiap jarinya, diasumsikan 5 huruf per kata dan sama rata tekanan pada sepuluh jari. Hal ini tidak berlaku jika user komputer yang hanya membuat beberapa presentasi atau mengirim email.

Mungkin juga terjadi pada pembuatan laporan atau kegiatan mengetik lama lain seperti pembuatan tesis atau pengolahan data.

Rekomendasinya untuk ketahanan tendon (jaringan yang menghubungkan tulang dengan otot) adalah 1500 sampai dengan 2000 gerakan pengulangan per jamnya. Faktanya menjadi berbeda jika mengetik dengan 11 jari (maksudnya pakai jari telunjuk saja kanan dan kiri) berulang – ulang sampai 2000 kali perjam…maka CTDs akan muncul lebih cepat dan lebih parah pada jari telunjuk tersebut.

Salah satu cara terbaik untuk mengurangi CTDs atau gerakan pengulangan yang melebihi ambang adalah menelpon (untuk suatu urusan pekerjaan), photo copy sendiri ke mesin photo copy dan kegiatan lain yang berhubungan. Beberapa studi menunjukkan bahwa istirahat di sela – sela pengetikan mengurangi angka kejadian CTDs, peningkatan performa kerja juga akan meningkat jika dilakukan “mini breaks” . Mini breaks lebih banyak menghindari CTDS dibanding istirahat 15 menit setiap 2 jam kerja.

Penelitian pada petugas data entri menyarankan mini break satu menit atau kurang beberapa kali pada tiap jamnya, lebih efektif mengurangi kelelahan pada otot dan rasa nyaman lebih lama. Penelitian lain istirahat 2 detik lebih sering akan mengurangi kelelahan otot jari dan meningkatan daya tahan bekerja lama.

Efek dari latihan atau senam untuk lengan dan tangan selama istirahat masih kontroversial (1996), dinyatakan bahwa latihan yang dilakukan sama saja dengan gerakan yang menyebabkan kelelahan otot juga. Latihan yang aktif lebih efektif dibandingkan dengan pemijatan.

NIOSH melakukan 126 jenis latihan berbeda untuk petugas data entry. Tapi penelitian lain menunjukkan bahwa terjadi penurunan angka CTDs pada latihan aerobik.

Posisi kerja yang tidak berubah dan postur kerja yang canggung

Kurangnya waktu pemulihan adalah salah satu yang berkontribusi pada kelelahan otot. Pada posisi kerja yang tidak berubah kegiatan berlangsung terus selama pekerja melakukan pekerjaannya.

Salah contoh adalah duduk lama, menahan lengan diatas keyboard, mengenggam mouse lama atau gagang telepon dan menahan bahu saat mengetik atau aktifitas lain dengan komputer.

Beberapa faktor berkontribusi pada ketegangan statis (static exertion) termasuk didalamnya konfigurasi tempat kerja dan kebiasaan postur tubuh yang salah dalam bekerja.

Efek akibat ketegangan otot dapat dikurangi jika pekerja belajar mencari posisi tubuh yang lebih nyaman untuk mengurangi ketegangan otot.

Pembenahan tempat kerja juga dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan dan ketegangan otot. Pembenahan letak telepon dan cara melakukan menerima/melakukan panggilan telpon dapat juga menguranngi efek ketegangan otot di leher dan bahu serta pundak, sering terjadi letak keyboard yang terlalu tinggi menimbulkan masalah pada bahu, leher dan pundak.

Beberapa kondisi yang menyebabkan ketegangan akibat posisi kerja yang tidak berubah antara lain (perlu di ingat alat dan posisi tubuh juga bersifat individual):

  • Penggunaan mouse yang terus menerus.
  • Lengan lurus (ekstensi) menjangkau keyboard atau mouse.
  • Lengan menekuk (flexi) menjangkau keyboard atau mouse.
  • Mengenggam mouse dengan menekuk pergelangan tangan.
  • Bahu terangkat karena area kerja terlalu tinggi.
  • Menjepit ganggang telepon di leher dan pundak.

Posisi ekstensi dan flexi pergelangan tangan dapat menyebabkan Carpal Tunnel Syndrome, pada posisi keyboard yang terlalu tinggi memaksa pergelangan tangan untuk menekuk dan dapat menyebabkan peradangan dan iritasi pada saraf.

Pengerahan tenaga

Meskipun evaluasi pada pada pekerja industri mengindikasikan bekerja dengan pengerahan tenaga meningkatkan kejadian CTDs, pengerahan tenaga biasanya tidak berhubungan dengan pekerjaan kantoran.

Pekerja dengan komputer atau data entri kadang melakukan pengerahan tenaga menyalurkan tenaga berlebihan pada otot dan tendon nya yang tidak pada tempatnya saat bekerja pada kondisi karena kebiasaan (menekan keyboard keras – keras), sedang dalam mood stress atau sejenisnya, menghadapi deadline atau kondisi sejenis itu. Misalnya memantau kerja anak buah tanpa memberikan arahan yang sesuai dapat menimbulkan stress dan pekerja menekan keyboard menggunakan tekanan ketukan berlebihan pada keyboard.

Meskipun pengerahan tenaga bersifat kebiasaan, tapi keyboard yang keras juga dapat menyebabkan cedera.

Contoh lain dari tindakan pengerahan tenaga adalah penggunaan stapler, stapler yang rusak dan sulit ditekan akan menyebabkan gangguan pada lengan jika banyak melakukan proses penjilidan dokumen. Sering mengangkat dokumen berat dan tidak terjangkau juga dapat menyebabkan gangguan terutama jika cara mengangkat benda keliru (lihat manual handling & lifting NIOSH).

Penyimpanan dokumen dapat dilakukan dekat dengan pekerja tapi memaksa pekerja untuk sedikit berjalan atau berdiri sebagai variasi “minibreak”.

Penekanan bagian tubuh tertentu

Penekanan bagian tubuh tertentu (localized mechanical stress, contact stress) disebabkan tekanan yang terus menerus dari permukaan tempat kerja atau alat yang tajam atau keras. Misalnya ujung meja yang menyentuh siku, dada, atau bagian lain tubuh. Penekanan ini dapat menghambat aliran darah atau saraf. Memodifikasi tempat kerja dapat menghindari gangguan kesehatan ini.

Contoh lain adalah pekerja memegang dengan jari atau tangan benda kecil dan berat secara terus menerus atau berulang misalnya botol, gelas, piring, box kecil dan lain – lain biasanya pada industri manufaktur.

Pencegahan adalah dengan memodifikasi tempat kerja dan menggunakan alat kerja yang berfungsi baik, pada industri manufaktur sebaiknya menggunakan alat bantu agar tidak mengenggam benda yang kecil dan sulit dipegang.

Tekanan psikologis

Peran tekanan psikologis diketahui meningkatkan angka kejadian CTDs. Beberapa laporan menunjukkan bahwa tekanan stress psikologis tidak hanya meningkatkan kejadian low back pain tapi juga meningkatkan jumlah jam kerja yang hilang karena absenteisme atau performa kerja.

Mekanisme psikologi berhubungan dengan ketegangan otot dan perubahan metabolik pada tingkat sel. Stress juga dapat merubah perilaku antara lain ketukan keyboard yang lebih keras , ketegangan pada bahu dan punggung serta absen yang meningkat yang membutuhkan bantuan dokter.

Pemantauan secara elektronik dengan CCTV juga akan menambah ketegangan pada pekerja.

Stress pada pekerja kadang lebih banyak karena struktur organisasi atau hubungan interpersonal dibanding pekerjaan utamanya sendiri.

Pendidikan adalah bagian yang utama dari program – program ergonomi, pendidikan mempersiapkan individu untuk memahami sehingga beberapa tolok ukur ergonomi di area kerjanya.

Efektifitas program ergonomi sangat tergantung dari bisa tidaknya tempat kerja di sesuaikan dengan tubuh pekerja, managemen dan kerjsama tim. Jika pekerja dapat mengukur tolok ukur ergonominya sendiri dan juga tim kerjanya maka tingkatan stress juga dapat dikurangi.

Faktro risiko yang digambarkan diatas tentang interaksi tim dan sinergi yang ditentukan misalnya pada pekerjaan pengerahan tenaga dan aktifitas berulang akan menimbulkan CTDs lebih besar daripada jika diukur satu persatu masalah ergonominya.

 Diagnosis CTDs yang sering terjadi

Carpal Tunnel Syndrome

Kompresi dari nervus medianus pada pergelangan tangan yang mungkin disebabkan oleh pembengkakan dan iritasi tendon dan selubung tendon .

Wikipedia

Carpal Tunnel Syndrome Wikipedia

Tendinitis

Peradangan (pembengkakan) atau iritasi tendon. Ini terjadi ketika tendon berulang kali tegang dari berlebihan atau penggunaan terbiasa tangan, pergelangan tangan, lengan atau bahu.

Tenosynovitis

Peradangan (pembengkakan) atau iritasi selubung tendon yang berhubungan dengan fleksi ekstrim dan ekstensi pergelangan tangan.

Low Back Disorders

Termasuk didalamnya otot , ligamen, tendon, atau pecah
disk. Dapat karena efek kumulatif mekanika tubuh yang salah, postur yang buruk, dan / atau teknik mengangkat yang tidak benar.

Synovitis

Peradangan (pembengkakan) atau iritasi dari lapisan sinovial (lapisan sendi ).

DeQuervain’s Disease

De Quervain syndrome Wikipedia

Jenis sinovitis yang melibatkan pangkal ibu jari.

Bursitis

Sinovia Bursa Wikipedia

Peradangan (pembengkakan) atau iritasi dari jaringan ikat dan sekitarnya (bursa),biasanya dari bahu.

Epicondylitis

Nyeri siku terkait dengan rotasi ekstrim lengan bawah dan terputanya pergelangan tangan. Kondisi ini juga disebut siku petenis
atau siku pegolf.

Thoracic Outlet Syndrome

Kompresi saraf dan pembuluh darah antara tulang rusuk pertama, tulang klavikula  dan otot yang sejalan dari arah dada ke bahu.

Cervical Radiculopathy

Kompresi akar saraf di leher.

Ulnar Nerve Entrapment

Kompresi dari saraf ulnaris  di pergelangan tangan.

 

Literatur : Occupational Ergonomic Thery and applications ; Office Ergonomics Mery Brophy and Christin Grant dan sumber lain.

Boleh menyalin dan menyebar luaskan dengan menyebutkan sumber.

468 ad

Leave a Reply