Health Risk Assesment

Posted by on Dec 21, 2013 in Health Surveillance | 0 comments

Health Risk Assesment

Melakukan HRA disesuaikan dengan jenis industri atau pekerjaan di tempat anda.

HRA jangan dianggap pekerjaan copy paste, kebanyakan melakukannya demikian.

HRA jangan juga diberikan pada pekerja diluar Departemen HSE atau K3, jika dilakukan Dept. HSE aau K3 pastikan orang yang melakukan assessment tahu apa yang dilakukan. Hal – hal mengelikan sering terjadi jika membaca HIRADC (Hazard Identification Risk Assessment and Determining Control).

Kalau mengenai apa itu HIRADC dan lain – lain menyangkut OHSAS 18001;2007 clause 4.3.1 sebaiknya baca sendiri saja.

Yang justru dilupakan itu justru tool untuk Hazard Identification. Atau dengan kata lain “bisakah anda mengetahui suatu kegiatan/data/situasi adalah suatu hazard“. 

Risiko kesehatan pada pekerjaan sebaiknya dilakukan oleh orang yang sudah terlatih, terlatih dalam hal ergonomi, bahan kimia berbahaya yang berdampak pada kesehatan, mengetahui nilai ambang batas faktor fisika, memahami manajemen stress, paham tentang kelelahan pada pekerja dan paham tentang standar kesehatan tempat kerja.

Apa akibatnya jika orang yang tidak paham atau asal membuat HRA ?

Pertama dia akan melewatkan bahaya kesehatan yang sesungguhnya dan kedua dia menulis bahaya yang sebenarnya tidak ada. Ketiga dia paham dan tahu bahaya nya dan sudah mengkonfirmasi data tapi menuliskan rencana penanggulangan kepada orang yang tidak paham.

Misalnya :

Pertama

  1. Jelas secara kasat telinga terdengar kebisingan, tapi petugas tersebut tidak tau bahayanya.
  2. Jelas pekerja menggunakan pelarut cat tapi petugas tidk paham bahaya pelarut tersebut.
  3. Tidak mengetahui bahwa jam kerja normal adalah 8 jam dan menganggap kerja 11 jam adalah biasa.
  4. Menganggap meja kerja komputer apa adanya demikian.
  5. Tidak tahu tentang prolong sitting atau prolong standing
  6. Tidak mengetahui cara mengangkat beban yang benar dan tidak mengetahui beban maksimal yang diijinkan.
  7. Selalu menuliskan bahwa kantin tidak bermasalah dan tidak ada risiko keracunan makanan.
  8. Fatig pada operator alat berat adalah sesuatu yang bisa diterima.
  9. Dan lain – lain

Kedua

  1. Menganggap bahwa debu jalan sebagai risiko kesehatan serius.
  2. Menganalisa bahwa pekerjaan memotong rumput perlu dianggap pekerjaan berisiko.
  3. Pemasangan rambu adalah sesuatu yang melelahkan sehingga perlu rencana penanggulangan.
  4. Dan lain – lain

Ketiga

  1. Mendelegasikan tindakan perbaikan kebisingan kepada kepala departemen tanpa petunjuk yang jelas.
  2. Sudah memahami terjadinya kebisingan melebihi ambang melalui pengukuran oleh provider resmi dan tersertifikat tapi mengabaikannya.
  3. Tidak mengukur risiko kesehatan pada area yang sama untuk mengetahui dampak dari rekayasa engineering.

Data untuk melakukan HRA selayaknya :

  1. Hasil pengukuran lingkungan kerja yang benar dan sesuai
  2. Data kunjungan klinik
  3. Data hasil MCU
  4. Pengamatan ergonomi
  5. Manajemen waktu dan pekerjaan

Semua hal diatas perlu dilatih dan disampaikan pada para pembat HRA, jika HRA hanya dikerjakan oleh orang yang tidak mengerti maka seluruh kegiatan dan program kesehatan menjadi tanpa arah tanpa tujuan dan tanpa target.

Hal yang sama berlaku bagi Safety dan Environment.

468 ad

Leave a Reply