HCP

Posted by on Dec 17, 2013 in Health Surveillance | 2 comments

HCP

I. Pendahuluan

Hal utama dari Program Konservasi Pendengaran (PKP) pada pekerja adalah untuk mencegah kehilangan fungsi pendengaran akibat pajanan kebisingan di tempat kerja. Orang yang bertanggung jawab atas keberhasilan PKP ini sudah sepatutnya mengusakan atau memodifikasinya sesuai situasi dan kondisi yang ada untuk mencapai tujuan yang diinginkan yaitu Perlindungan bagi pekerja terhadap bahaya potensial pajanan kebisingan. Hal kedua pada PKP ini adalah mendidik dan memotivasi individu dimana mereka akan selalu memilih untuk melindungi diri sendiri dari pajanan kebisingan di luar lingkungan kerja dan memberikan pengetahuan mereka pada teman atau sanak keluarga tentang PKP ini.

Program PKP berupa program Pencegahan kehilangan fungsi pendengaran pada pekerja memberikan keuntungan pada pekerja berupa menjaga kemampuan pendengaran pekerja secara optimal dalam hidup dan hubungan interpersonal, menikmati musik, menyadari akan bunyi alarm bahaya dan banyak lagi.

PKP menyediakan penyaringan kesehatan lewat pemeriksaan audiometri tahunan dimana hal ini menguntungkan pekerja sejak sebelum menjadi pegawai dan selama jadi pegawai akan terdeteksi sejak awal. Termasuk didalamnya akibat lain dari kebsingan seperti kelelahan dan stres kerja.

Keuntungann lain yang di rasakan langsung adalah jika pendengaran mereka tidak berkurang sehingga dapat menurunkan angka kecelakaan kerja dan bekerja lebih efisien.

 II. Tahapan Program Konservasi Pendengaran

Tiap satuan tim dalam PKP mungkin mempunyai tanggung jawab pada tahap yang berbeda – beda dengan satuan tim yang lain dan semua tim bekerja sama sebagai satu Tim PKP.

Tahap survey kebisingan

Alat pengukur kebisingan lingkungan atau yang personal diperlukan untuk menentukan tingkat kebisingan dan memperkirakan pajanan kebisingan dan memperkirakan pula apakah PKP diperlukan.

Hasil survey harus mencakup identifikasi

  • Tempat kerja atau deskripsi pekerjaan
  • Areal pekerjaan
  • Pengunaan Alat Pelindung Diri
    • Adekuat
    • Sesuai dengan intensitas bunyi (< 85 dB, 85 – 89 dB, 90 – 94 dB, 95 – 99 dB)
    • Kenyamanan

Hasil dari survey ini akan menunjukkan area mana yang dominan pajanan kebisingannya dan konsekwensi teknik apa yang harus dilakukan, jika hal ini dilakukan maka secara signifikan akan mengurangi pajanan kebisingan.

III. Pengendalian Teknik dan administratif

Pengendalian kebisingan akam mengurangi pajanan kebisingan sampai di tingkat yang aman. Pengendalian teknis kebisingan melibatkan modifikasi dari sumber kebisingan (termasuk kebisingan dari alat ventilasi udara), peredam suara di sekitar mesin dan peredam suara di tempat kerja.

Pengendalian administratif termasuk pengantian mesin dan alat – alat tua, perawatan mesin dan alat, perubahan jadwal pekerja untuk meniadakan pajanan kebisingan dengan pengaturan waktu.

IV. Pendidikan dan motivasi

PKP hanya akan diikuti oleh anggota tim yang mengerti konsep PKP tersebut. Tanpa pengertian terhadap tujuan dari pendidikan dan pembentukan motivasi yang baik hampir tidak mungkin program ini dapat berjalan.

Tema yang termasuk dalam pendidikan dan motivasi adalah tujuan dari PKP dan keuntungan apa saja yang dapat di raih dari PKP ini. Disamping itu yang perlu di selenggarakan adalah :

  • Metode pengukuran kebisingan dan interpretasi hasil
  • Pemeliharaan alat untuk mengontrol tingkat kebisingan
  • Pengenalan bahaya potensial kebisingan
  • Bagaimana kebisingan dapat merusak pendengaran
  • Konsekwensi kehilangan pendengaran dalam kehidupan sehari – hari
  • Pemilihan APD yang tepat dan nyaman serta konsistensi pemakaian
  • Bagaimana hasil pemeriksaan audimetri digunakan sebagai dasar untuk pengamanan pendengaran yang lebih ketat atau perubahan keputusan administratif yang tepat

Sebaiknya topik atau tema ini dibicarakan pada grup – grup diskusi kecil pada pertemuan K3. PKP adalah program berkesinambungan dan bukan program tahunan.

V. Proteksi Pendengaran

Perusahaan menyediakan alat proteksi pendengaran seperti earplug, ear-muff dan semi insert device untuk pekerja selama pajanan masih ada ditempat kerja.

Karena suatu hal pendekatan teknis tidak dapat dilakukan maka alat proteksi pendengaran merupakan pilihan untuk situasi ini.

Seperti yang telah diindikasikan sebelumnya kebayakan pekerjaan yang terpajan kebisingan harus mencapai pengurangan hanya 10 dB untuk mendapatkan proteksi dari kebisingan. Mengingat banyaknya pilihan proteksi pendengaran saat ini maka proteksi yang adekuat dapat di capai bila alat tersebut cocok untuk seorang pekerja untuk mendapatkan perlindungan akustik dengan kenyamanan yang dapat diterima, dan jika pekerja diajarkan bagaimana mengunakan alat tersebut secara benar untuk mempertahan perlindungan akustik, namun lebih penting lagi kapanpun bila terdapat kebisingan.

VI. Evaluasi audiometri

Setiap individu yang menerima pajanan kebisingan harus di periksa fungsi pendengarannya tahunan untuk mendeteksi adalah perubahan ambang dengar

Audiometer digunakan dalam suatu ruangan yang bisa meredam suara dari ruang untuk memeriksa ambang pendengaran pekerja pada 0.5 , 1 , 2 , 3 , 4 , 6 dan 8 kH.

Jika PKP efektif maka hasil audiometri pekerja tidak mengalami perubahan yang bermakna di hubungkan dengan kerusakan pendengaran akibat pajanan kebisingan.

Jika dicurigai adanya perubahan pada maka teknisi audiometri dan audiologis atau dokter yang melihat data medis pekerja tersebut dapat menganjurkan pekerja agar mengunakan APD lebih hati – hati dan menilai apakah APD yang digunakan sudah cocok atau belum. Dan memotivasi pekerja tersebut agar lebih hati – hati untuk melindungi pendengarannya baik pada saat bekerja atau saat tidak bekerja.

Kadang – kadang penyebab gangguan pendengaran bukan dari pekerjaan seperti ledakan , hobi atau masalah kesehatan.

Monitoring audiometri sangat berdaya guna jika quality control dari prosedur pemeriksaan dan jika hasilnya digunakan untuk mencetuskan tindak lanjut pada pekerja yang mengalami perubahan ambang dengar.

VII. Penyimpanan data

Persyaratan untuk mengelola rekaman/data (penyimpanan dan lama penyimpanan) pekerja yang berhubungan dengan PKP berbeda ditiap negara.

Pada tempat dimana perhatian pada masalah ini tinggi maka bisanya data akan disimpan melebihi persyaratan yang ditentukan. Tujuan dari penyimpanan data adalah untuk mendokumentasi sejak kapan seorang pekerja telah dilindungi dari pajanan kebisingan. Lebih khusus lagi termasuk prosedur pengukuran kebisingan, kalibrasi audiometri dan hasilnya, data tindak lanjut dari respon perubahan ambang dengar dan proteksi pendengaran yang telah dilakukan dan pelatihan yang telah dilakukan. Data disimpan berdasarkan individu yang mengikuti PKP.

VIII. Evaluasi program

Karakteristik program yang efektif

PKP yang sukses juga berhubungan dengan program K3 yang lain.

Individu Kunci

Strategi yang paling penting untuk 5 tahap PKP adalah mengorganisasinya di bawah seorang individu yang mengawasi dan mempunyai posisi penting.

Dalam sebuah perusahaan kecil dapat saja seorang saja yang mengerjakan PKP.

Jika perusahaan berkembang maka staf yang terlibat pun akan berkembang meliputi staf K3, staf kesehatan, insinyur, industrial higiene, supervisor produksi dan yang lainnya. Dengan beragamnya anggota maka mereka dapat di beri tanggung jawab sesuai dengan bidangnya. Ini akan sulit diorganisir kecuali “kunci individu” dapat berkerja dengan baik, pemilihan “kunci individu” ini merupakan proses penting demi keberhasilan PKP. Penentuan ini asli merupakan keputusan perusahaan.

Individu kunci selalu dapat didekati dan secara tulus tertarik dalam komitmen dan tanggung jawab yang akan membantu suksesnya PKP. Individu kunci ini tidak sekedar tinggal di kantor dan memberi tugas – tugas tapi turun ke lini produksi dimana para pekerja berada dan secara aktif berinteraksi dan mengamati bagaimana masalah dapat dicegah atau dipecahkan.

Komunikasi aktif dan peranan

Anggota utama dari PKP harus bertemu secara teratur untuk mendiskusikan kemajuan dari program dan memastikan bahwa semua tugas telah dikerjakan. Sekali saja orang dengan tingkatan atau jenjang yang berbeda mengerti tentang peranannya dalam PKP maka mereka akan bekerjasama lebih baik untuk mencegah kehilangan fungsi pendengaran.

Individu kunci dapat mencapai komunikasi aktif ini jika pihak manajemen menyediakan kewenangan untuk membuat keputusan dan disediakannya sumber lain untuk aksinya dari apa yang diputuskan. Keberhasilan dari PKP tergantung pada setiap orang dari mulai bos tertinggi sampai pekerjaa yang sedang/baru ditraining . Setiap orang mempunyai peranan yang penting . Peranan manajemen sebagian besar untuk memberi dukungan pada PKP dan memaksa secara politis dalam perusahaan terutama dalam Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Manajer tingkat menengah dan supervisor perannya lebih langsung pada tahapan – tahapan PKP. Peranan dari pekerja adalah partisipasi aktif dalam PKP dan secara nyata memberikan masukkan bagi peningkatan PKP. Tetapi, untuk partisipasi dari para pekerja manajemen dan tim PKP harus menerima dan merespon setiap masukan.

Alat pelindung telinga – efektivitas dan penekanan

Policy penting dalam APD untuk keberhasilan PKP dapat digaris bawahi 2 karakteristik yaitu : penekanan tegas pada pengunaan APD (penekanan yang nyata dan bukan diatas kertas) dan APD yang baik dan berdayaguna dalam lingkungan kerja.

Alat pelindung diri yang mempunyai potensial adalah berdaya guna dan cukup nyaman dipakai oleh pekerja secara konsisten, dan alat tersebut secara adekuat mengurangi kebisingan tanpa melemahkan pendengaran.

Pembatasan pengaruh luar dalam Program Konservasi pendengaran

Jika keputusan lokal dibatasi oleh mandat dari pusat manajemen, individu kunci mungkin diperlukan untuk mendampingi dalam pencapaian pengecualian tersebut dalam kebutuhan yang terbatas (lokal). Individu kunci juga harus secara ketat mengontrol setiap pelayanan yang disediakan oleh badan lain (penyedia jasa K3) atau kontraktor pemerintah dalam survey pendengaran rutin. Ketika penyedia jasa digunakan maka akan lebih sulit untuk mengintegrasikannya kedalam PKP secara keseluruhan. Tapi ini adalah proses kritis yang harus dilakukan. Jika personal dalam perusahaan tidak mengikuti informasi yang diberikan penyedia jasa K3 maka biasanya PKP menjadi tidak efektif. Dari pengalaman jelas mengindikasikan bahwa bila PKP dijalankan oleh penyedia jasa K3 maka PKP akan sulit diterapkan.

Dibawah ini beberapa hal yang menyebabkan program menjadi tidak efektif:

  • Komunikasi dan koordinasi yang tidak adekuat diantara personel PKP
  • Ketidaklengkapan atau informasi yang salah dalam membuat keputusan
  • Pelatihan yang tidak adekuat
  • Tidak adekuat atau tidak cocok dalam memilih APD
  • Terlalu percaya dalam memilih APD dengan patokan pada rating
  • Gagal dalam pemakaian dan pelatihan APD yang dipakai individu
  • Terlalu mempercayai PKP yang dijalankan penyedia jasa K3 atau pemerintah
  • Gagal dalam mengunakan (analisa) hasil monitoring audiometri sebagai dasar pelatihan (pendidikan) dan motivasi pekerja
  • Gagal dalam mengunakan data audiometri dalam mengevalusi efektifitas PKP.

Evaluasi yang objektif dari data audiometri

Data audiometri dari populasi yang terpajan menyediakan bukti untuk PKP dalam mencegah kehilangan fungsi pendengaran.Untuk memberi indikasi awal keefektifan PKP prosedur analisa database seharusnya dikembangkan dan digunakan secara optimal.

Literatur dari ILO Encyclopedia

468 ad

2 Responses to “HCP”

  1. Materinya keren…saya berminat, gmn cara mendapatkan/copy nta ?

    Hakim

Leave a Reply