Hernia Nukleous Pulposus

Posted by on Oct 24, 2012 in Diagnosis | 0 comments

Hernia Nukleous Pulposus

Jika HNP terjadi di masyarakat umum maka hal ini hanya ditindak lanjuti secara biasa saja, bagaimana jika terjadi akibat kerja ?

Anda tidak akan menemukan yang terlalu medik disini

Nyeri pada bagian belakang tubuh harus di definisikan dulu secara pasti sebelum menuduh sebagai akibat kerja atau akibat hubungan kerja. Low Back Pain adalah hal biasa terjadi pada pekerja akibat penat bekerja atau posisi kerja tidak ergonomis, sensitif terhadap tekanan psikologis atau akibat suatu trauma.

Nyeri pinggang atau punggung bawah biasanya berkarakteristik rasa nyeri yang menyentak pada perubahan posisi tertentu. Biasanya karyawan pertama kali mencari pertolongan ke tukang pijat.

Pada suatu periode tertentu biasanya dokter perusahaan dihadapkan dengan serombongan karyawan di vonis HNP yang tidak bekerja sesuai dengan pekerjaan nya terdahulu tapi hanya absen saja lalu bantu – bantu di bagian admnistrasi atau GA.

Yang utama dilakukan adalah Diagnosis pasti terhadap HNP ini berdasarkan hasil pemeriksaan Spesialis Orthopedi dengan hasil MRI nya. Bisa saja bukan HNP.

Prinsip pertama bagi semua Penyakit Akibat Kerja atau Akibat Hubunan Kerja adalah hilangkan penyebabnya.

Jika penyebabnya adalah pekernyaannya maka harus selalu dilihat kadar dari pajanan penyebab sakit pada pekerjaan itu.

Misalnya HNP pada Operator alat berat…sepertinya berhubungan, tapi jika hanya bekerja 2 jam sehari maka tidak bisa dijadikan penyebab.

Spesialis Bedah Saraf atau Orthopedi ?

Suka – suka saja pilih salah satu dari dua spesialis ini, tergantung anda sebagai dokter perusahaan. Biasanya masing – masing punya argumen sendiri untuk melakukan tindakan operatif atau non operatif misalnya :

  • Spesialis bedah saraf hanya membebaskan saraf terjepit dan tidak memperbaiki struktur kesegarisan tulang
  • Spesialis orthopedi melakukan operasi besar yang tidak memperhatikan fungsi saraf
  • Katanya begitu

Operasi atau Tidak Operasi

Operasi atau tidak tergantung dari Dokter Spesialis Orthopedi/Bedah Saraf, tapi pendapat mereka juga tidak ada artinya kalau pasien tidak bersedia dioperasi.

Dokter perusahaan harus secara jelas mengetahui akan indikasi operasi atau cukup konservatif. Hal ini penting disampaikan ke karyawan yang bersangkutan. Sebab jika dia menolak apa yang harus dilakukan sebagai terapi maka kasus ini akan mengantung tiada akhir.

Tidak menunda

Akhirilah setiap kasus seperti ini dengan tidak menundanya :

  • Pindahkan kerja dahulu yang tidak memberatkan sakitnya.
  • Lakukan saran dari spesialis.
  • Siapkan form penolakan tindakan medik jika menolak setiap saran medik (termasuk kalau mau ke dukun).

Pandangan dari manajemen tentang pembiayaan

Prinsip utama adalah :

  1. Benar Diagnosis adalah akibat hubungan kerja
  2. Jika benar poin 1 maka semua biaya dan urusannya harus disediakan.
  3. Perusahaan bisa mengalihkan pekerjaan yang menyebabkan sakit ke pekerjaan lain, jika karyawan menolak maka dimintakan pendapat pekerjaan apa yang dia mau sementara menunggu tindakan medik.
  4. Tindakan medik harus dipikirkan pasca tindakan juga, kadang pasca tindakan akan menyebabkan karyawan tetap tidak bisa bekerja pada pekerjaan sebelumnya. Jadi harus tetap dipindahkan kerja.
  5. Ada kalanya karyawan menolak seluruh tindakan medik, maka form penolakan tindakan harus dikeluarkan agar kasus tidak berlarut – larut.
  6. Sebelum merujuk pasien, dokter perusahaan ada baiknya membina hubungan dengan dokter spesialis yang dituju. Agar seluruh informasi tentang kesehatan karyawan dapat diketahui secara menyeluruh.
  7. Cari second opinion jika diperlukan kalau perlu ke center – center khusus di Jakarta atau kota – kota besar.
  8. Biaya operasi dan lain – lain tidak standar dan bisa berbeda disetiap Rumah Sakit.

 

 

 

468 ad

Leave a Reply