Job Related Periodical MCU

Posted by on Oct 21, 2013 in Health Surveillance | 0 comments

Job Related Periodical MCU

Job Related Periodical Medical Check Up

Langkah pertama melakukan Medical Chek Up yang Job Related adalah melakukan Health Risk Assessment.

Setelah melakukan HRA maka melakukan pemilihan vendor MCU yang tepat.

MCU Job Related juga berarti setiap tahun akan membandingkan dan melihat trend hasil MCU karyawan, jika tahun lalu tidak hipertensi  apakah tahun ini hipertensi ? tahun kemarin pendengaran normal apakah tahun ini menurun ?

Oleh karena itu pemilihan vendor yang “benar” sangat penting jika melihat poin diatas.

Health Risk Asseement

Untuk menentukan MCU yang job related tentunya harus tahu dulu risiko kesehatan pada pekerjaan, untuk tahu risiko tentunya harus tahu tools menentukan risiko tersebut.

Parameter atau tools dalam menentukan risiko harus dipelajari, jika tidak maka akan tidak “peka” terhadap risiko yang ada.

Tergantung di industri mana anda bekerja, masing – masing memiliki karateristik risiko yang berbeda dan memiliki Paket MCU yang berbeda juga.

Pada industri sepatu seperti Nike, Adidas, Reebook risiko yang dapat diamati adalah kimia, ergonomi, fisika dan masalah umum pekerja padat karya yang kurang gizi dan didominasi penyakit infeksi.

Industri tambang dan migas yang serba sejahtera lebih banyak masalah dislipidemi dan ergonomi serta stress kerja. Meskipun bahaya debu batubara, silika dan hal seperti itu menjadi perhatian lebih.

Transportasi banyak kemasalah kebugaran, ergonomi dan masalah pada saraf serta penglihatan.

Industri gas lebih banyak urusan transportasinya dibanding gas itu sendiri.

Setiap HRA harus memperhatikan endemi penyakit dan penyakit umum yang berkeliaran di Indonesia misalnya TBC.

Detail untuk HRA untuk agak terlalu banyak untuk dibahas mungkin dapat dilihat disini.

Biaya

Pada industri padat karya semua hal akan dikalahkan jika menyangkut duit. Dokter Perusahaan yang tidak serius biasanya tidak bisa berbuat banyak…Dokter Perusahaan yang kreatif fokus pada tujuan, karena tujuannya adalah mendapat data kesehatan pada gangguan kesehatan akibat kerja maka pilihan provider murah banyak dan bisa menerapkan berbagai trik bisa dilihat disini.

Menentukan Item MCU

Data dasar karyawan

  1. Pekerjaan
  2. Tanggal lahir
  3. Date of Hire

Pemeriksaan yang harus ada :

  1. Tinggi Badan
  2. Berat Badan
  3. (IMT)
  4. Sistolik
  5. Diastolik
  6. Visus
  7. Buta Warna
  8. Paru
  9. Jantung
  10. THT
  11. Mata
  12. Abdomen
  13. Dada
  14. Ekstremitas
  15. Saraf

Pemeriksaan ini dapat menyaring banyak penyakit antara lain, lumpuh, kemungkinan TBC, buta, tuli konduktif, tumor, jantung bocor, darah tinggi, congek an dan lain – lain.

Standar laboratorium yang harus dipilih karena endemis penyakit Indonesia

  1. Hemoglobin
  2. Hematokrit
  3. Leukosit
  4. Eritrosit
  5. Trombosit
  6. LED
  7. MCV
  8. MCH
  9. MCHC
  10. RDW
  11. Netrofil
  12. Netrofil Batang
  13. Netrofil Segmen
  14. Limfosit
  15. Monosit
  16. Eosinofil
  17. Basofil

Pemeriksaan ini dapat menyaring penyakit anemia, leukemia, kemungkinan HIV AIDS parah, kemungkinan TBC, Polisitemia vera dan lain – lain.

  1. Warna
  2. Kejernihan
  3. BJ
  4. pH
  5. Leukosit Esterase
  6. Nitrit
  7. Albumin/Protein
  8. Glukosa
  9. Keton
  10. Urobilinogen
  11. Bilirubin
  12. Darah
  13. Eritrosit
  14. Lekosit
  15. Silinder
  16. Epitel
  17. Bakteri
  18. Kristal
  19. Kelainan Lain Urine

Dapat diketahui kencing manis parah, infeksi saluran kemih, kemungkinan  batu ginjal, kemungkinan gagal ginjal, kemungkinan  tumor dan lain sebagainya.

Pemeriksaan lain yang wajib :

  1. Foto X Ray Dada

Dapat mengetahui TBC, bronkopnemonia, tumor, pembesaran jantung, emfisema dan lain sebagainya.

Pemeriksaan fisik spesifik yang Job Related (ilustrasi saja dari banyak hal yang dapat dilakukan)

Pada pekerjaan yang menyangkut ergonomi dalam hal ini CTDs dan dokter ingin melakukan deteksi dini terhadap kemungkinan gangguan kesehatan tersebut maka pada pemeriksaan fisik lakukan pemeriksaan nervus ulnaris, nervus medianus atau pun radialis.

Teknik – teknik pemeriksaan sudah dipahami oleh para dokter, jika tak paham tinggal buka buku, jika malas buka buku tinggal googling jika masih malas ya ke laut saja.

Pada driver, mekanik atau pun warehouse penting dilakukan pemeriksaan kekuatan otot, demikian juga halnya dengan pemeriksaan Laseque atau Kerniq untuk HNP dan LBP. Pada driver penting juga dilakukan pemeriksaan lapang pandang dan kedalaman penglihatan agar tidak meleset kalau parkir mobil, pekerja lapangan pengawas penting dilakukan pemeriksaan spesifik untuk katarak, pterigium dan tumor ganas kulit,

Pekerjaan di dapur perlu dipantau kekuatan otot, tekanan darah dan LBP.

Pekerjaan berat seperti moulding dan hot press wajib pemeriksaan HNP seperti Laseque dan Kerniq, selain dilakukan juga pemeriksaan sensori pada daerah saraf sekitar torak dan leher. Pengalaman di industri sepatu didapati tulang belakang bisa remuk beneran dari leher sampai lumbal.

Pada pekerjaan localized mechanical stress atau contact stress misalnya packing, pemasangan moulding, pemutar skrup pada prinsipnya pekerjaan dengan menekan jari atau ibu jari ataupun telapan tangan pada area keras tertentu bisa menimbulkan deformitas dari sekedar kapalan sampai tulang menjadi berubah akibat tekanan yang menahun.

Memegang alat yang bergetar seperti bor atau pemutar skrup elektrik dapat menyebabkan kerusakan sraf pada lengan dan tangan, pemeriksaan yang sesuai antara lain nervus medianus, ulnaris atau pada plexus brakialis. Vibration white finger (VWF), juga dikenal sebagai  hand-arm vibration syndrome (HAVS) atau dead finger.

Pajanan solven atau pelarut organik hidro karbon juga dilakukan pemeriksaan saraf perifer seperti tremor atau pemeriksaan ingatan jangka pendek.

Pemeriksaan khsusus atau tambahan pada Laboratorium

Jika uang cukup dan memang ada faktor risiko pemeriksaan fungsi hati (SGOT, SGPT, Gamma GT, Alkali fosfatase) dapat dilakukan terutama pada pajanan bahan kimia yang hepato toksik, meskipun penyakit infeksi dan kerusakan otot dapat juga meningkatkan nilai SGOT – SGPT.

Demikian halnya dengan fungsi ginjal (Ureum, Creatinin, Asam urat) sangat bermanfaat pada pekerja bahan kimia, bukannya tanpa pengalaman memahami hal ini. Jika terlanjur rusak ginjal akibat pajanan bahan kimia maka akan irreversibel.

Untuk mengethaui bahan MSDS bahan kimia dapat berkunjung ke http://hazard.com/msds . Tinggal ketahui bahan kimia apa yang digunakan search ….setelah ketemu tentukan item MCU yang sesuai.

Biologi Monitoring perlu dilakukan sebagai kontrol keracunan pada manusia dengan mengambil sample darah atau urin, tapi providernya agak sulit dan biayanya mahal.

Pada usia diatas 35 – 40 tahun sebaiknya dilakukan pemeriksaan lemak darah kolesterol, HDL, LDL dan trigliserida untuk mengetahui risiko jantung koroner atau penyakit metabolit lain, pemeriksaan gula darah sewaktu atau puasa dan PP sebaiknya dilakukan pada usia ini dan tidak perlu jika dibawah usia tersebut supaya cost effective kecuali dana cukup dan tidak pakai acara ngotot dengan manajemen yang mau hemat.

Perusahaan tambang dan migas biasanya memilih paket lengkap dalam MCU meskipun kadang lebay.

Pemeriksaan penunjang lain

Antara lain Audiometri, pada area pekerja yang memang benar – benar kebisingan diatas ambang. Konsekuensi dilakukannya pemeriksaan ini adalah kesinambungan….jangan sudah dilakukan pemeriksaan hasilnya tidak digunakan untuk mengurangi dampaknya.

Lebih baik tidak usah dilakukan audiometri jika hanya sebatas tau ada karyawan yang tuli, ketulian akibat bising NIHL tidak bisa pulih.

Demikian halnya dengan spirometri, untuk apa spirometri jika pemeriksaan banyak salah nya dibanding benernya. Lagi pula apakah memang ada pajanan yang menyebabkan penurunan fungsi paru obstruksi atau restriksi ???

Kedua pemeriksaan tersebut dilakukan jika manajemen memahami konsekuensi tindakan perbaikannya.

Hal ini bukannya tanpa pengalaman, disuatu perusahaan dengan dana cukup melakukan audiometri pada semua karyawan termasuk pekerja kantoran, hasilnya pekerja kantoran tersebut yang kebetulan di Jakarta dengan jumlah dan individunya sama setiap tahun. Dalam 3 tahun 2009 30 % penurunan pendengaran, 2010 60 % penurunan pendengaran dan tahun 2011 70 % di kantor tersebut tuli. Memang betul provider nya salah, tapi terlalu berlebihan MCU dengan item yang tidak ber korelasi dengan bahaya potensial.

Treadmill boleh saja jika banyak usia > 40 tahun dikantor dan dana cukup.

========== akhir tulisan, yang akan di update jika ada perubahan

 

 

 

468 ad

Leave a Reply