JobDes Dokter Perusahaan

Posted by on Dec 18, 2013 in Undang - Undang | 0 comments

JobDes Dokter Perusahaan

Klinik Perusahaan

  • Mengelola dan mengkoordinasikan Kesehatan Kerja termasuk survailans Kesehatan
  • Membantu pengawasan kegiatan pelaksanaan klinik serta memberikan saran-saran untuk perbaikan
  • Merancang dan merokemndasikan lay out klinik kepada manajemen
  • Memberi saran untuk menset up medical record
  • Bersama-sama GA & HRD merencanakan SDM, obat-obatan, peralatan serta ruangan klinik
  • Memberi saran untuk rujukan ke dokter spesialis sesuai dengan penyakit yang diderita oleh karyawan yang bersangkutan
  • Pengawasan terhadap pengadaan, penyimpangan dan pendistribusian obat di klinik
  • Bersama-sama dengan dokter klinik membuat protokol untuk penyakit-penyakit infeksi antara lain : TBC, Typhoid, Hepatitis B, Gastroentritis dana lain-lain.
  • Berkoordinasi dengan Departemen General Affair/Mgr. General Affair/HRD dalam pelaksanaannya sehari-hari
  • Memonitor dan mempelajari informasi yang berhubungan dengan kesehatan dan keselamatan kerja dan menyampaikan kepada manajemen bila ada hal-hal baru yang perlu untuk dilaksanakan

 Medical Check Up

  • Bersama-sama merencanakan medical check-up bagi seluruh karyawan perusahaan
  • Mengawasi pelaksanaan medical check up (pra kerja, rutin, khusus dan saat menjelang pensiun ataupun berhenti bekerja
  • Pengolahan data MCU
  • Follow Up MCU
  • Penentuan Fit Unfit
  • Secara khusus melaporkan hasil medical check up kepada pimpinan perusahaan serta memberikan saran-saran untuk tindak lanjutnya

Health Surveillance

  • Analisis data absenteisme serta kesimpulan dan saran untuk manajemen
  • Bersama-sama GA & HRD menganalisa data in and out patients
  • Analisis data penyakit di klinik, prevalensinya dan distribusinya
  • Analisis data hasil MCU.
  • Memantau hubungan antara hasil pengukuran lingkungan kerja dengan kejadian penyakit.
  • Mengembangkan sistem data input dan pelaporan.

Kejadian luar biasa dan wabah

  • Melaporkan secara cito jika terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di perusahaan kepada pimpinan perusahaan serta saran-saran penanggulangannya.
  • Bila terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB), harus bersedia dihubungi setiap saat untuk dimintakan kehadirannya serta saran-saran penanggulangannya.

 Medical Emergency Respon Plan

  • Mempersiapkan daftar peralatan standar yang di butuhkan
  • Mempersiapkan personil yang terlibat
  • Membantu pemilihan vendor pelatihan MERP/BLS/ALS
  • Mempersiapkan klinik perusahaan sesuai dengan persyaratan MERP
  • Mempesiapakan RS rujukan
  • Mengevaluasi kekurangan-kekurangan yang ada untuk diperbaiki/disempurnakan.

Health Risk Assessment

  •  Berpartisipasi dalam proses Penilaian Resiko Kesehatan dalam rangka mengenali,mengevaluasi, dan mengontrol bahaya potensial di tempat kerja
  • Bersama-sama melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap hazard di perusahaan (indentifikasi,pengendalian,monitoring, evaluasi dan analisis hasil monitoring serta memberikan saran untuk tindakan pengendaliannya).
  • Bersama-sama mengawasi pelaksanaan MSDS (penyimpanan, labeling, pemakaian alat pelindung diri dan sebagainya) serta saran-saran untuk perbaikan.
  • Bersama-sama melakukan pengawasan terhadap perilaku waktu bekerja yang berpotensi bahaya serta saran penanggualangannya.
  • Mengidentifikasi dan menghubungkan kondisi yang merugikan dengan perburukan kesehatan di tempat kerja.
  • Segera melaporkan kepada pimpinan perusahaan apabila dicurigai ada penyakit akibat kerja di lingkungan perusahaan.
  • Membantu menerapkan diagnosis, penilaian dan nasehat tentang manajemen penyakit dan kecelakaan yang berhubungan dengan pekerjaan.
  • Bersama-sama melakukan evaluasi hasil penanggulangannya tersebut dan dilaporkan kepada manajemen disertai saran untuk tindak lanjutnya.
  • Merancang, mengatur hasil investigasi akibat efek yang merugikan individu dan merancang, menyediakan evaluasi strategi pencegahan di tempat kerja.
  • Membantu memperkirakan kebutuhan biaya untuk pelaksanaan program keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan.
  • Melatih cara indentifikasi risiko kesehatan.

 Industrial Higiene

  • Membantu menentukan parameter pengukuran lingkungan kerja.
  • Menghubungkan antara hasil pengukuran ingkungan kerja dengan data surveilans kesehatan.
  • Memantau perubahan nilai pengukuran lingkungan dari setiap periode pengukuran.

Khusus

  • Return To Work, terutama untuk karyawan yang terpapar panas, karyawan kantin dan pasca perawatan rumah sakit.
  • Program aklimatisasi.
  • Membuat sistem laporan terintegrasi.
468 ad

Leave a Reply