Pemantauan Kantin

Posted by on Dec 25, 2013 in Uncategorized | 1 comment

Pemantauan Kantin

Setelah kantin yang qualified terpilih lihat Pemilihan vendor kantin, tugas tersulit adalah melakukan pemantauan dan mencegah terjadinya keracunan makanan.

Jika pada pemilihan kantin anda menurunkan standar misalnya ijin hanya dipenuhi satu dari 3 kemungkinan ijin yaitu hanya dapat ijin dari departemen pariwista, atau anda menghapus semua ijin dan karena satu dan lain hal terpaksa memilih warung yang sama sekali buta masalah ijin dan peraturan pemerintah.

Tentunya tidak mungkin perusahaan anda (yang remote site) tidak bekerjasama dengan penyedia jasa makanan, tentunya karyawan harus makan.

Jangan lah berkutat dengan segala peraturan yang semestiya harus dipenuhi, segeralah lakukan pembinaan dan tidak usah memperdulikan audit yang melaporkan “TEMUAN” bahwa catering yang digunakan perusahaan tidak berijin.

Jika terjadi Jabodetabok tentunya salah, karena banyak pilihan, kalau di remote site saya rasa yang mungkin dilakukan hanya pembinaan.

Pembinaan yang dilakukan dapat megunakan Form seperti yang digunakan pada Pemilihan vendor kantin, hanya saja yang awalnya sebagai acuan untuk penilaian saat ini karena sudah dipilih maka seluruh item menjadi unsur pembinaan.

Dalam pembinaan perlu ditambahkan metoda pemeriksaan harian untuk kesehatan food handler (penjamah makanan), ajarkan pada supervisor nya agar mengenali kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan keracunan makanan (foodborne diseases, food poisoning). Informasi pendidikan kepada supervisor adalah dengan menerangkan penyebab dari terjadimya keracunan makanan yang disebarkan oleh hewan, manusia ataupu dari pengolahan makanan itu sendiri dengan bahasa yang mudah dipahami tentunya.

Yang cukup penting adalah bagaimana para food handler tersebut bisa membawa diri terhadap kekuatiran kliennya akan kejadian keracunan makanan, higiene personal kadang perlu ditekankan dan jangan heran dengan kebiasaaan jorok orang yang tidak mandi, tidak usah heran dengan pekerja yang tidak suka mandi, dilingkungan kantor sekalipun banyak yang hanya mandi sekali.

Pada supervisor dan para food handler perlu dijelaskan tentang diare, tipus, demam, sakit kuning, batuk, pilek dan potensinya mencemari makanan.

Beberapa trik bisa diajarkan kepada supervisor food handler antara lain :

  • Memeriksa kuku dan tangan setiap hari; kebersihan, luka bernanah, plester yang tertempel serta luka yang berdarah.
  • Perhatikan wajah yang mungkin berjerawat dan bernanah, mata yang belekan dan konjungtivitis.
  • Telinga yang mengeluarkan nanah.
  • Rambut yang banyak berketombe.
  • Badan yang gatal atau luka yang membutuhkan garukan setiap saat nya.

Jika perusahaan diperkotaan tentunya jarang yang menyediakan katering, maka bisa – bisa nya dokter perusahaan dan HSE untuk membina tukang somay, gado – gado dan warung padang agar tidak menyebabkan keracunan makanan.

468 ad

One Response to “Pemantauan Kantin”

  1. grady kailola says:

    Setuju dok. Perijinan memang diperlukan oleh sebuah catering, tetapi tidak perlu terlalu kaku dengan standar perijinan terutama untuk catering yg berada diremote site. Yang terpenting bagaimana kita memberi pembinaan, pengetahuan & inspeksi terhadap para food handler, sehingga food handler bisa merasa & memahami kekuatiran klien akan terjadinya keracunan makanan. Intinya mencegah terjadinya keracunan makanan.

Leave a Reply