Pemeriksaan Spirometri pada MCU

Posted by on Nov 3, 2016 in Diagnosis, Health Surveillance | 0 comments

Pemeriksaan Spirometri pada MCU

Pemeriksaan Spirometri cukup ngetrend di paket MCU, sepertinya kalau sudah melakukan spirometri untuk karyawan sudah paripurna bener.

Tapi apa iya ?

Spirometri digunakan untuk menilai faal paru dengan menilai 3 hal :

  1. Mekanik paru
  2. Dinding dada
  3. Otot-otot pernapasan

Dengan mengukur jumlah volume udara yang dihembuskan dari kapasitas paru total (TLC) ke volume residu.

Indikasi pemeriksaan spirometri adalah :

  1. Diagnostik : skrining individu yang mempunyai risiko penyakit paru, mengukur fungsi paru pada individu yang mempunyai penyakit paru, menilai risiko preoperasi, menentukan prognosis penyakit yang berkaitan dengan respirasi dan menilai status kesehatan sebelum memulai program latihan.
  2. Monitor pengobatan paru.
  3. Evaluasi kecacatan.
  4. Skrining penyakit paru restriktif dn obstruktif.

Jadi pada MCU masuk ke poin no 4, pertanyaan selanjutnya ….sebelum MCU dan menentukan paket. Apakah memang ada bahaya potensial (potential hazard) yang menyebabkan paru restriksi atau obstruksi ?

Restriksi adalah sebagai berikut :

  1. Baju kesempitan
  2. Kegemukan
  3. Terganggunya pengembangan paru karena penyakit pleura
  4. Gangguan pada otot atau tulang dada
  5. Tumor pada dada

Obstruksi adalah :

  1. Asma
  2. Brokiektasis
  3. Penyakit Paru Obstruksi Kronik

Karena Medical Check Up dilaksanakan diperusahaan untuk mengetahui dampak dari pekerjaan atau lingkungan kerja maka pertanyaan selanjutnya adalah ….adakah potensi timbulnya penyakit paru restriksi dan obstruksi itu ?

Atau dengan kata lain apakah diperusahaan ada bahan berbahaya yang :

  1. Menyebab tumor daerah dada atau paru (restriksi)
  2. Menyebabkan mesotelioma (asbestosis) (restriksi)
  3. Silikosis (restriksi)
  4. Penebalan pleura (restriksi)
  5. Asma (obstruksi)
  6. PPOK (obstruksi)

Bisa dilihat di MSDS perusahaan.

Jangan salah sangka bahwa bahan kimia produksi dengan bau menyengat itu akan menyebabkan kelainan paru karena …belum tentu.

Bedakan dengan kecelakan kerja misal menghirup bahan kimia tersebut. Ini urusan kecelakan kerja bukan penyakit akibat kerja.

Bahan kimia tersebut bisa jadi mengambil rute masuk ketubuh lewat pernapasan tapi tidak menyebabkan kelainan paru, bahkan lebih banyak menyebabkan kelainan saraf.

Jadi kalau hanya debu digudang atau jalan saja apakah perlu sprirometri?

Untuk itu perlu Health Risk Assessment dulu sebelum menentukan paket spriometri atau tidak.

Ada certa lucu…begini..

Saya masuk diperusahaan baru, MCU meraka paket lengkap dengan audio dan spiro padahal bagian HO Office

Saya hapus audiometri dan spirometri nya karena tidak ada pajanan bahaya yang memerlukan pemeriksaan itu.

Salah satu karyawan marah – marah.

Kenapa spirometri dihapussss….saya kan pasien asmaaa…

Saya bilang disini tidak ada alasan karyawan diperiksa spirometri semua, kalau anda asma gunakan jatah berobat anda untuk ber spirometri ria.

 

sudahkuduga

 

 

 

468 ad

Leave a Reply