Pemilihan vendor kantin

Posted by on Dec 25, 2013 in Uncategorized | 3 comments

Pemilihan vendor kantin

Pernah mengalami kejadian keracunan makanan dan pabrik shut down ?

Tipe penyedia jasa makan bagi karyawan :

  1. Dikelola sendiri dari beli bahan dan karyawan adalah karyawan perusahaan (hampir tidak ada).
  2. Dikelola di dapur perusahaan tapi vendor yang mengerjakan.
  3. Dimasak dan disiapkan di dapur vendor dan dikirim dan disajikan di perusahaan.
  4. Dimasak dan dikemas kotak atau plastik dan dikirim ke perusahaan.
  5. Disediakan diluar pagar perusahaan dan silakan cari selamat sendiri.

Tipe penyedia jasa 1 – 4 masih sangat mungkin dipantau dan dibenahi sedangkan no 5 sangat tergantung dari penyuluhan kesehatan yang dilakukan perusahaan dan sepintar apa HRD dan HSE melakukan pendekatan pada warung – warung sekitar perusahaan.

Jika perusahaan padat karya anda disekitar kota besar seperti Jabodetabok tidak masalah menemukan katering yang sesuai dan berijin, asal kuat bayar saja. Jika anda berada remote site itu lain cerita…dapat warung makan bersih saja sudah syukur.

Saya tuliskan kembali tujuan nya adalah “Tidak ada keracunan makanan”

So (godong mlinjo) segala upaya adalah “tidak boleh ada keracunan makanan”, kadang jika pun seluruh peraturan perundangan telah dilengkapi kemungkinan keracunan makana tetap mengancam sebab :

  1. Katering biasa memiliki tenaga kerja murah dan musiman yang minim pengetahuan dan sikap tingkah laku sesuai dengan food handler. Dari mulai mbok – mbok yang jago buat sambal sampai pemuda pekerja kasar.
  2. Susunan dan tata letak peralatan masak yang berisiko tercemar; mengolah makanan di lantai, tidak memisahkan makanan mentah dan matang, mengunakan alat ptong bahan mentah dan matang dengan alat yang sama.
  3. Membeli bahan makanan di pasar tradisional tanpa memperdulikan kualitas.
  4. Tidak ada pemantauan kesehatan karyawan; penyakit infeksi, diare, korengan , congek an dan penyakit lain yang akan mencemari makanan.
  5. Tidak menyediakan toilet yang layak untuk karyawan; sabun, air bersih dan pengering tangan.
  6. Tidak ada APD; hair net, plastik sarung tangan, sepatu boot dan lain – lain.

Saya hanya mau mengatakan, tidak ada cara lain selain pembinaan, karena dampak keracunan makanan bukan jatuh pada vendor tapi justru pada user.

Berbeda dengan urusan kalori dan enak tidaknya makanan, hygiene adalah masuk domain HSE sedangkan kalori dan enak nggak enak biar saja urusan GA, meski pada waktu tertentu urusan kalori harus dipantau juga oleh HSE.

Mulailah sejak pemilihan vendor, seperti pada pemilihan vendor MCU untuk menghindari suap dan segala urusan sogokan kepada medik agar me loloskan kateringnya. Untuk itu pada kegiatan ini HSE atau Dokter OH haya sebatas memberikan parameter dan membantu dalam kunjungan pemilihan vendor, setelah urusan itu selesai…semua urusan terpilih atau tidak bukan lagi urusan HSE atau Dokter OH. Segala risiko karena meloloskan vendor yang buruk sepenuhnya bukan urusan Dokter OH.

Berikut adalah check list pemilihan vendor katering :

Form Check List Pemilihan Kantin Baru

Untuk pemantauan kantin setelah terpilih dapat dilihat di Pemantauan Kantin

468 ad

3 Responses to “Pemilihan vendor kantin”

  1. kharina anjarsari says:

    Dok.bagaimana klw seandainya tidak ad tender pemilihan vendor melainkan hanya dg “saudara jauh sy” “temennya temen saya”..

    • Sebagai dokter perusahaan kita tetap berpegang pada standar, jika tidak pakai tender ya tak masalah asal sesuai dengan standar yang disepakati (buat dulu kalau belum buat). Biarpun tanpa tender atau perusahaan melakukan petunjukkan asal sesuai standar nggak apa tho, jika ternyata tidak sesuai standar risiko ditanggung perusahaan dan dokter perusahaan tidak akan merubah dari “Tidak direkomendasikan” menjadi “Direkomendasikan”. Jika tetap saja yg “Tidak direkomendasikan” dipakai ya lakukan saja pembinaan yang penting adalah Tidak ada Keracunan Makanan

  2. dokter arif, saya tertarik dengan checklistnya. bagaimana kita menilai A,B,C pada kriteria yang ada pada checklist tersebut?
    dan adakah standar kriteria untuk hasil akhir penilaian secara total?
    Mohon advis dokter. terimakasih.

    Riri

Leave a Reply