Pengamatan Kesehatan Kerja (pengalaman pribadi)

Posted by on Apr 10, 2016 in Diagnosis, Health Surveillance | 5 comments

Pengamatan Kesehatan Kerja (pengalaman pribadi)

Kesehatan Kerja atau biasa secara gaya disebut Occupational Health atau OH banyak didengungkan dan coba dilaksanakan di berbagai industri mulai dari padat karya sampai migas dan pertambangan.

Sejak 2001 an lah saya amati sebagai praktisi langsung karena selain dokter umum saya juga ambil S2 tentang Kesehatan Kerja di FKUI Bagian Kedokteran Komunitas.

Mata saya terbuka, saat ikut milis atau group WA.

Ternyata dari dulu ya gitu gitu saja yang dibahas, mencari bentuk, mengomentari UU atau peraturan atau membahas negara lain.

Seminar, pelatihan tak hitung banyaknya. Tapi model Kesehatan Kerja masih saja nggak nemu.

Pengalaman saya membuktikan, ketika sebagai dokter perusahaan atau sebagai klien (waktu saya bekerja di provider penyedia jasa K3 atau laboratorium/klinik) tidak ada satu pun punya konsep yang jelas untuk OH.

Jangan kan OH, Safety dan Environment saja berputar putar ngurusin alat, rambu, perda, permen dan lain – lain kecelakaan selalu saja terjadi, bukan perilaku dan pengetahuan yang dirubah melulu hanya menjalankan peraturan dan pencapaian target KPI.

KPI (Key Performance Indicators) juga disusun atas dasar angka – angka kuantitatf dan bukan kualitas dari program atau kemampuan karyawan.

Misalnya Pelatihan First Aid , mengutamakan jumlah terlatih dan bukan kemampuan individu terlatih.

Satu ketika ada dokter perusahaan migas tanya septar KPI OH kayak apa, saya ajak diskusi begini begitu. Masih nggak ngerti juga.

Akhirnya saya kasih bentuk jadi berbentuk Panduan Implementasi OH yang saya buat buat tambang. Ya suah dia ambil saja lalu setor ke bos nya.

Padahal saya yakin nggak bakal jalan karena bukan pandannya yang bisa ber OH tapi basic kinerjanya yang harus ber OH dulu. Ibarat orang dikasih buku Pancasila memang dia bisa langsung Pancasilais?

 

468 ad

5 Responses to “Pengamatan Kesehatan Kerja (pengalaman pribadi)”

  1. Selamat siang dr. Arief

    Dengan hormat
    Maaf mengganggu, saya ramdhan gautama
    Jujur saya tertarik mengenai Panduan Implementasi OH di tambang yang dokter sempat sebutkan diatas, mengingat adanya kasus kecelakaan di lokasi tambang dengan fatality yang terjadi di wilayah kerja Puskesmas dimana saat ini saya ditempatkan
    Besar harapan saya agar dr. Arief bersedia membagi juga panduan tersebut untuk nantinya saya coba ajukan implementasinya saat aktualisasi LPJ/prajab
    Atas perhatian dan dukungan yang diberikan saya haturkan terima kasih

    • Pak Ramdhan, jika kasus kecelakaan kerja maka yang dibutuhkan adalah Panduan Safety. Sedangkan OH atau Occupational Health adalah pencegahan Penyakit Akibat Kerja.

      Penyakit Akibat Kerja berbeda dengan Kecelakaan Kerja.

      • Ramdhan Gautama says:

        Terima kasih untuk pencerahannya Dok, berarti kita sebagai dokter puskesmas yang seandainya nanti mendapatkan akses untuk masuk ke area kerja pertambangan tetap memerlukan Panduan OH tersebut meskipun bukan sebagai dokter perusahaan

        • Justru sebagai instansi pemerintah baiknya membuat parameter Kesehatan Kerja berjalan atau tidak, mungkin harus sampai ke Dinas Kabupaten mengeluarkan Perda.

          • Ramdhan Gautama says:

            Sebenarnya besar harapan saya untuk bisa mendapatkan Panduan OH tersebut Dok, paling tidak untuk menambah wawasan dan pengetahuan saya pribadi sebagai dokter puskesmas yang selama ini hanya melakukan pelayanan kesehatan perorangan di dalam lingkup poli pengobatan. Karena jika diimplementasikan kemungkinan lebih berat tantangannya dalam hal sumber daya dan birokrasi, apalagi sampai ke Dinkes dimana sampai sekarang upaya kesehatan masyarakat masih berkutat di 6 program dasar wajib. Terima kasih untuk respon dan perhatian dr. Arief, sehat sukses selalu kedepannya.

Leave a Reply