Klinik Perusahaan

Posted by on Oct 24, 2012 in Health Surveillance | 3 comments

Klinik Perusahaan

Kapan sebuah perusahaan wajib memiliki klinik ?

Berdasarkan Peraturan Menteri Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja dalam Penyelenggaraan Keselamatan Kerja No. Per 03/Men/1980, keseluruhan pasal  dalam peraturan itu hanya bisa dilakukan oleh dokter perusahaan.Per 03/Men/1982 ada Petunjuk Pelaksanaannya :

Petunjuk Pelaksanaan

PELAYANAN KESEHATAN KERJA SESUAI DENGAN PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA & TRANSMIGRASI RI

No. 03/MEN/1982

  1. Pembentukan dan cara penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Kerja tergantung pada :
    • Jumlah tenaga kerja
    • Tingkat bahaya yang ada ditempat kerja.
  • (a) Perusahaan yang mempunyai tenaga kerja lebih dari 500 orang harus menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan Kerja : – Berbentuk Klinik
    • Di pimpin oleh seseorang dokter yang praktek tiap hari kerja
  • (b) Perusahaan yang mempunyai tenaga kerja 200 – 500 orang dengan tingkat bahaya rendah harus menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan Kerja :
    • Berbentuk Klinik, buka tiap hari kerja (dilayani oleh paramedis)
    • Di pimpin oleh dokter yang praktek sekali 2 hari
  • Dengan tingkat bahaya tinggi harus menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan Kerja seperti pada butir (a).
  • Perusahaan yang mempunyai tenaga kerja 100-200 orang dengan tingkat bahaya rendah harus menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan Kerja :
    • Berbentuk klnik, buka tiap hari kerja (dilayani oleh paramedis)
    • Dokter praktek sekali dalam 3 hari
    • Dengan tingkat bahaya tinggi harus menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan Kerja sama dengan butir (b).
    • Perusahaan yang mempunyai tenaga kerja kurang dari 100 orang dapat menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan bersama-sama dengan pengurus perusahaan lain.

Sayangnya Petunjuk Pelaksanaan itu hanya mengacu pada pelayanan kuratif, pelayanan emergency sekalipun tidak diatur. Bagaimana jika ada dua shift kerja dengan bahaya yang sama tentunya harus ada klinik 24 jam yang bekerja.

Petunjuk Pelaksanaan yang tidak pernah saya lihat wujud aslinya ini juga tidak mengatur fungsi Pelayanan Kesehatan Primer seperti upaya Preventif dan Promotif. Jadi masih jauh dari amanat Undang – Undang atau Peraturan Kesehatan Kerja yang lain.

Fungsi utama Klinik di perusahaan (in house clinic)

  1. Penangganan Gawat Darurat dan situasi Emergency di perusahaan.
  2. Upaya pencegahan penyakit dan penyuluhan kesehatan (health promotion)
  3. Pengobatan dan rehabilitatif
  4. Pusat informasi kesehatan periusahaan

Penangganan Gawat Darurat dan situasi Emergency di perusahaan

Fungsi ini adalah yang utama; untuk itu diperlukan ruang, akses dan tenaga medis yang mampu berperan dalam situasi gawat darurat pasien maupun massal.

Akses ke klinik harus cukup luas untuk ambulance bermanuver atau kendaraan lain jika dibutuhkan. Pintu harus cukup lebar jika harus transport pasien dengan tandu atau digotong ramai – ramai. Jika memungkinkan ruang yang cukup besar disediakan juga ruang observasi.

Denah klinik kecil seukuran kontainer atau lebih kecil lagi:

klinik kecil

Klinik yang lebih besar memiliki paling tidak 2 ruangan dan ada toilet tersendiri :

klinik sedang

Klink perusahaan massive ….besar sekali :

klinik besar

Peralatan emergency biasanya di sumpelkan di klinik yang kecil seukuran kontainer 6 meteran, dan sebagian alat ditaruh di ambulan. Jika lebih kecil biasanya tidak punya alat emergency :

  • Oksigen yang biasa saja.
  • Spinal Board/basket stretcher.
  • Scope Stretcher.
  • Tensimeter raksa/manomeneter.
  • Termometer
  • Stetoskop yang bagus.
  • Nebulizer
  • Endotrakeal tube
  • Laringoskop
  • Infus set dengan cairan infus emergency
  • Suction
  • Bedah minor set
  • Spuit beberapa ukuran
  • Lampu periksa (Examination Halogen lamp)
  • AED ( Automatic External Defibrilation ) jika mampu
  • Tempat tidur periksa
  • Dan beberapa peralatan pendukung seperti mask dan lain – lain.

Pengobatan dan diagnostik

Fungsi ini adalah fungsi default yang diyakini banyak orang, ada klinik berarti ada upaya pengobatan…konsekuensi hal ini menjadi masalah dalam penyediaan obat dan batasan antara emergency dan pengobatan harian biasa.

Fungsi ini sekaligus sebagai mekanisme pencatatan dan surveillance  kesehatan, sehingga pencatatan harus dilakukan dengan sangat serius. Kaidah – kaidah pencatatan dalam rekam medik harus sesuai SOAP.

Bisa saja catatannya baik tapi isinya sampah, misalnya menuliskan demam tapi ada nilai suhu, menuliskan tipus tanpa mencantunmkan anamnesa dan pemeriksaan fisik.

  • Tensi meter raksa atau manometer yang baik dan bagus
  • Otoskop
  • Palu reflek
  • Pen light medik
  • Stetoskop yang baik dan benar
  • Termometer
  • Sterilisator
  • Snellen Chart
  • Sharp Box Container

Peralatan administrasi

  • Form rekam medik
  • Log book
  • Lemari rekam medik
  • Form rujukan pasien
  • Form rujukan pemeriksaan penunjang
  • Form inform consent
  • Form keterangan kesehatan
  • Resep
  • Kartu stok obat

bersambung…..

468 ad

3 Responses to “Klinik Perusahaan”

  1. selamat pagi , Salam Sehat

    mohon bantuanya, saya seorang perawat (baru Lulus) dan saya baru bekerja di salah satu perusaan swasta yang jumlah karyawanya 1000 orang. posisi saya Head Of Clinic.

    kami baru mau mendirikan klinik di perusahaan , pertanyaan saya:
    1. Undang-undang no berapa yang mengatakan bahwa perusaahan wajib memilki klinik

    2. adakah Undang-undang yg mengatakan bahwa perusahaan harus memiliki anggaran untuk kesehatan.

    3. perawat/bidan bagian dari perusahaan atau bukan. (karena selalu di kontrak &diperpanjang berulang)

    4. sanksi apa yang diberikan kepada perusaan yang tidak memiliki klinik yang tidak terdaftar di KPPT

    • ariefwm says:

      No 1 dapat dilihat di sini

      Undang – undang yang mengatakan perusahaan harus memiliki anggaran ya banyak antara lain UU Jamsostek, UU Depkes dan Depnaker semua mengacu pada investasi kesehatan , kalau dianggap biaya maka akan seret mengeluarkan uang.

      No 3 , lihat jawaban no 1. Sebaiknya punya perawat sebagai karyawan tetap 1 atau dua sebagai manajer kesehatan di klinik. Jika tidak diangkat juga maka ada peraturan yang tidak membolehkan kontrak berulang – ulang. Jika tidak maka gaji nya harus diatas gaji karyawan biasa karena anda bisa diputus suka – suka perusahaannya.

      Sanksi klinik tak beri ijin ya di tutup, kalau ada fatality wasalam saja nanti.

  2. Salam kenal Mas Arief,

    Membaca isi blog dan web, membuat saya berminat untuk belajar lebih jauh Mas, btw kapan dipublish sambungan tulisan yang ini Mas? Ditunggu ya…Terima kasih

Leave a Reply