dokter

Fitness Status

Fitness Status

Berkali saya diminta untuk membuat standar Fit/layak kerja pada karyawan baru berdasarkan hasil MCU karyawan baru.

Sambil memandangi muka orang yang meminta tersebut dalam – dalam saya mikir, ini pasti karena sebagian besar orang tidak paham pola pikir seorang dokter dalam menentukan Fitness Status karyawan baru.

Jika saya membuat standar dari hasil MCU dengan sekitar 90 item pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang lainnya maka berapa banyak dan bagaimana caranya menentukan Fit atau tidak.

Jika dibuat satu persatu tentunya sangat janggal karena Fit tidaknya seseorang tidak dilihat dari satu persatu hasil Laboratorium atau pemeriksaan karena akan menjadi tidak wajar jika seorang kandidat dibuat Unfit hanya karena Kolesterol 250 mg/dL, atau karena Hematokrit 50 %.

Dijelaskan bagaimana pun manajemen tidak mengerti juga dan tetap meminta standar Fit karyawan baru.

Read More

Tolok Ukur Kesehatan Kerja

Tolok Ukur Kesehatan Kerja

Salah satu masalah yang sering diperdebatkan adalah bagaimana mengukur kinerja Kesehatan Kerja (Occupational Health) atau biasa juga disebut KPI (keys performance  indicators) .

Sering dokter perusahaan sendiri tidak mampu menjawab apa sebenarnya yang dapat diukur dari dirinya, karena dia bukanlah seorang 100 % klinikus saat menjadi dokter perusahaan, berbeda jika anda dokter klinik (treating doctor).

Karena Dokter Perusahaan bekerja melakukan setting sistem kesehatan diperusahaan maka tolok ukur juga akan mengacu pada hal tersebut.

Satu hal yang perlu di ingat bahwa dokter perusahaan sebenarnya tidak bisa berbuat banyak dalam perbaikan lingkungan kerja dimana diantaranya jelas merugikan kesehatan pekerja.

Bisa diambil contoh tentang masalah kebisingan, seorang dokter perusahaan hanya mampu melakukan health surveillance dan tidak bisa merubah kebisingan menjadi tidak bising. Perubahan lingkungan bising menjadi tidak bising dilakukan oleh departemen opetration/produksi/plan atau mekanik/pemeliharaan.

Contoh lain adalah pajanan kimia benzene yang menyebabkan kanker darah, dokter perusahaan hanya mampu menyarankan pemeriksaan, menentukan item laboratorium dan deteksi dini. Dokter juga hanya mampu mengusulkan menganti benzene dengan bahan lain yang tidak berbahaya. Tidak mungkin dokter berupaya menganti benzene dengan bahan lain karena selain tidak meiliki pengetahuan tentang bahan penganti dokter juga bukan manajemen yang bisa menentukan alur produksi.

Dokter hanya menerima “akibat” manajemen yang buruk dalam mengelola lingkungan kerja, jadi Dokter Perusahaan hanya berperan kecil dalam  mencegah Penyakit Akibat Kerja (PAK).

Jobdes Dokter Perusahaan, hanya sekedar gambaran kerja sehari – hari dan jika dirangkum maka terdiri atas (menurut saya) :

  1. Menetapkan visi dan misi yang jelas tentang kesehatan
  2. Penilaian Risiko Kesehatan (Health Risk Assessment)
  3. Pengawasan/pemantauan Kesehatan (Health Surveillance)
  4. Pencegahan penyakit dan Penyuluhan Kesehatan (Preventive and Health Promotion)
  5. Merancang dan menerapkan instrumen kebijakan pada kesehatan pekerja (Devising and Implementing Policy instruments on Workers’ health)
  6. Medical Emergency Respon Plan

Sebagian orang merasa bahwa KPI berupa angka atau presentase dan mengunakan angka seperti Incident Frequency Rate (angka seringnya kejadian) dan Incident Severity Rate (angka keparahan). Sebagaimana lagi mengunakan istilah yang tidak ada di literatur statistik kedokteran atau kesehatan yaitu CMR (crude morbidity rate atau jika boleh diterjemahkan sebagai angka kesakitan kasar). CMR* sebenarnya Crude Mortality Rate atau angka kematian kasar pada suatu populasi dan tidak ada istilah Crude Morbidity Rate.

Crude Moratlity Rate juga biasa disebut Crude Death Rate tentunya kita tidak mau menetapkan ini di perusahaan bukan ???

Read More

JobDes Dokter Perusahaan

JobDes Dokter Perusahaan

Klinik Perusahaan

  • Mengelola dan mengkoordinasikan Kesehatan Kerja termasuk survailans Kesehatan
  • Membantu pengawasan kegiatan pelaksanaan klinik serta memberikan saran-saran untuk perbaikan
  • Merancang dan merokemndasikan lay out klinik kepada manajemen
  • Memberi saran untuk menset up medical record
  • Bersama-sama GA & HRD merencanakan SDM, obat-obatan, peralatan serta ruangan klinik
  • Memberi saran untuk rujukan ke dokter spesialis sesuai dengan penyakit yang diderita oleh karyawan yang bersangkutan
  • Pengawasan terhadap pengadaan, penyimpangan dan pendistribusian obat di klinik
  • Bersama-sama dengan dokter klinik membuat protokol untuk penyakit-penyakit infeksi antara lain : TBC, Typhoid, Hepatitis B, Gastroentritis dana lain-lain.
  • Berkoordinasi dengan Departemen General Affair/Mgr. General Affair/HRD dalam pelaksanaannya sehari-hari
  • Memonitor dan mempelajari informasi yang berhubungan dengan kesehatan dan keselamatan kerja dan menyampaikan kepada manajemen bila ada hal-hal baru yang perlu untuk dilaksanakan

 Medical Check Up

Read More

Dasar Hukum Dokter Perusahaan

Dasar Hukum Dokter Perusahaan

Tidak ada tulisan yang spesifik menyatakan tentang keharusan keberadaan dokter perusahaan.

Tapi jika mengacu pada semua Undang – Undang dan Peraturan Negara Republik Indonesia semua hal yang menyangkut kesehatan tidak bisa tidak harus dilaksanakan oleh seorang dokter.

Sayangnya dalam pendidikan kedokteran dulu dan saat ini mungkin (saya tidak tahu lagi karena sudah nggak pernah ke kampus) tidak ada satu semester pun atau berapa sesi sekalipun yang mengajarkan peran sebagai dokter perusahaan.Padahal saat ini dokter perusahaan bisa sebagai pilihan karir.

Untuk itu ada Kewajiban Pelatihan Hiperkes bagi dokter perusahaan (Per 01/Men/1976) meskipun dijamin selesai pelatihan masih nggak ngerti juga.

Jika ditanya apakah perlu dokter di perusahaan ? Pertanyaan ini timbul jika manajemen perusahaan tidak mengerti tentang penyakit yang dapat timbul karena pekerjaan, manajemen seperti ini biasanya hanya memahami dokter sebagai dokter praktek umum atau spesialis di rumah sakit. Jika sekalipun dia ingin mengaji seorang dokter…dokter tersebut hanya ditempatkan di klinik dan praktek 2 jam sehari atau datang semingu dua kali untuk pengobatan yang sebenarnya bisa dilakukan di klinik samping pabrik.

Tidak terpikir oleh manajemen bahwa dokter juga berperan dalam upaya mencegah terjadinya penyakit.

Berikut tulisan dalam UU dan Peraturan Negara yang menyangkut kebutuhan seorang dokter perusahaan.

Pertama yang terpenting adalah Keputusan Presiden RI Nomor 22 Tahun 1993 tentang Penyakit Yang Timbul Karena Hubungan Kerja dimana tercantum 31 jenis penyakit.

Read More

Verifikasi RS Rujukan

Verifikasi RS Rujukan

Dalam melakukan verifikasi Rumah Sakit Rujukan Gawat Darurat atau Rawat Inap dan Rawat Jalan hal – hal yang perlu diperhatikan antara lain :

  • Memiliki ijin.
  • Kemampuan menanggani gawat darurat.
  • Fasilitas ICU.
  • Memiliki Dokter Tetap.

Lakukan verifikasi pada awal pembukaan proyek baru atau awal tahun.

RS 1 RS 2 RS3
Nama rumah sakit
Tipe Rumah sakit
Alamat
Telpon dan Fax
Website
Email
Read More