hra

Tolok Ukur Kesehatan Kerja

Tolok Ukur Kesehatan Kerja

Salah satu masalah yang sering diperdebatkan adalah bagaimana mengukur kinerja Kesehatan Kerja (Occupational Health) atau biasa juga disebut KPI (keys performance  indicators) .

Sering dokter perusahaan sendiri tidak mampu menjawab apa sebenarnya yang dapat diukur dari dirinya, karena dia bukanlah seorang 100 % klinikus saat menjadi dokter perusahaan, berbeda jika anda dokter klinik (treating doctor).

Karena Dokter Perusahaan bekerja melakukan setting sistem kesehatan diperusahaan maka tolok ukur juga akan mengacu pada hal tersebut.

Satu hal yang perlu di ingat bahwa dokter perusahaan sebenarnya tidak bisa berbuat banyak dalam perbaikan lingkungan kerja dimana diantaranya jelas merugikan kesehatan pekerja.

Bisa diambil contoh tentang masalah kebisingan, seorang dokter perusahaan hanya mampu melakukan health surveillance dan tidak bisa merubah kebisingan menjadi tidak bising. Perubahan lingkungan bising menjadi tidak bising dilakukan oleh departemen opetration/produksi/plan atau mekanik/pemeliharaan.

Contoh lain adalah pajanan kimia benzene yang menyebabkan kanker darah, dokter perusahaan hanya mampu menyarankan pemeriksaan, menentukan item laboratorium dan deteksi dini. Dokter juga hanya mampu mengusulkan menganti benzene dengan bahan lain yang tidak berbahaya. Tidak mungkin dokter berupaya menganti benzene dengan bahan lain karena selain tidak meiliki pengetahuan tentang bahan penganti dokter juga bukan manajemen yang bisa menentukan alur produksi.

Dokter hanya menerima “akibat” manajemen yang buruk dalam mengelola lingkungan kerja, jadi Dokter Perusahaan hanya berperan kecil dalam  mencegah Penyakit Akibat Kerja (PAK).

Jobdes Dokter Perusahaan, hanya sekedar gambaran kerja sehari – hari dan jika dirangkum maka terdiri atas (menurut saya) :

  1. Menetapkan visi dan misi yang jelas tentang kesehatan
  2. Penilaian Risiko Kesehatan (Health Risk Assessment)
  3. Pengawasan/pemantauan Kesehatan (Health Surveillance)
  4. Pencegahan penyakit dan Penyuluhan Kesehatan (Preventive and Health Promotion)
  5. Merancang dan menerapkan instrumen kebijakan pada kesehatan pekerja (Devising and Implementing Policy instruments on Workers’ health)
  6. Medical Emergency Respon Plan

Sebagian orang merasa bahwa KPI berupa angka atau presentase dan mengunakan angka seperti Incident Frequency Rate (angka seringnya kejadian) dan Incident Severity Rate (angka keparahan). Sebagaimana lagi mengunakan istilah yang tidak ada di literatur statistik kedokteran atau kesehatan yaitu CMR (crude morbidity rate atau jika boleh diterjemahkan sebagai angka kesakitan kasar). CMR* sebenarnya Crude Mortality Rate atau angka kematian kasar pada suatu populasi dan tidak ada istilah Crude Morbidity Rate.

Crude Moratlity Rate juga biasa disebut Crude Death Rate tentunya kita tidak mau menetapkan ini di perusahaan bukan ???

Read More

Health Risk Assesment

Health Risk Assesment

Melakukan HRA disesuaikan dengan jenis industri atau pekerjaan di tempat anda.

HRA jangan dianggap pekerjaan copy paste, kebanyakan melakukannya demikian.

HRA jangan juga diberikan pada pekerja diluar Departemen HSE atau K3, jika dilakukan Dept. HSE aau K3 pastikan orang yang melakukan assessment tahu apa yang dilakukan. Hal – hal mengelikan sering terjadi jika membaca HIRADC (Hazard Identification Risk Assessment and Determining Control).

Kalau mengenai apa itu HIRADC dan lain – lain menyangkut OHSAS 18001;2007 clause 4.3.1 sebaiknya baca sendiri saja.

Yang justru dilupakan itu justru tool untuk Hazard Identification. Atau dengan kata lain “bisakah anda mengetahui suatu kegiatan/data/situasi adalah suatu hazard“. 

Read More