pitfalls

Pitfalls tatalaksana TB Paru

Pitfalls tatalaksana TB Paru

Hadiarto Mangunnegoro Bagian pulmonologi FKUI tulisan tahun 2003 an

PENDAHULUAN

Tuberkulosis paru kendati dikenal ribuan tahun yang lalu, sedangkan istilah tuberkulosis sendiri dikenal pada era Hipocrates 460-375 SM dengan istilah phithisis yang berarti” I am wasting”. Baru pada tahun 1882 Roberth Koch menemukan kuman Mycobaterium tuberkulosis sebagai penyebab penyakit TB yang merupakan pembunuh utama masa itu karena belum ada obatnya

Pengobatan kuratif yang sebenarnya baru dikembangkan 70 tahun kemudian dimulai oleh penemuan Streptomisin (S), disusul berturut turut Para amino Salisilat (PAS), isoniazid (H),pirasinamid (Z), etambutol (E),dan terakhir Rifampicin (R) pada tahun 1966. Obat-obat inilah yang menjadi tulang punggung pengobatan kuratif TB hinggs sekarang khususnya R, H, Z, E. Sejak R ditemukan tidak ada obat baru yang menyamai kemampuan obat di atas. Kombinasi RHZE adalah obat paduan anti TB terampuh yang ditemukan hingga sekarang dengan angka mendekati hingga 100% pada kasus baru dengan BTA positip. Mengingat paduan obat tersebut merupakan satu-satunya obat terampuh, sudah pantasnya para klinisi yang melaksanakan pengobatan pada pasien TB tidak melakukan kesalahan yang berakibat gagal total.

Berbagai kesalahan atau pitfalls dapat terjadi pada pengobatan TB yang intinya merupakan undertreatment atau overtreatment. Dalam hal ini bukan dokter tetapi komplikasi efek samping obat dan biaya yang dikeluarkan yang sebenarnya tidak perlu. Berbagai kesalahan dan perangkap (pitfalls) yang sering terjadi dalam penatalaksanaan TB dapat dikelompokan dalam diagnosis yang tidak tepat dan pengobatan yang tidak adekuat atau tidak rasional.

 PITFFALS DALAM DIAGNOSIS

Read More