program konservasi pendengaran

HCP

HCP

I. Pendahuluan

Hal utama dari Program Konservasi Pendengaran (PKP) pada pekerja adalah untuk mencegah kehilangan fungsi pendengaran akibat pajanan kebisingan di tempat kerja. Orang yang bertanggung jawab atas keberhasilan PKP ini sudah sepatutnya mengusakan atau memodifikasinya sesuai situasi dan kondisi yang ada untuk mencapai tujuan yang diinginkan yaitu Perlindungan bagi pekerja terhadap bahaya potensial pajanan kebisingan. Hal kedua pada PKP ini adalah mendidik dan memotivasi individu dimana mereka akan selalu memilih untuk melindungi diri sendiri dari pajanan kebisingan di luar lingkungan kerja dan memberikan pengetahuan mereka pada teman atau sanak keluarga tentang PKP ini.

Program PKP berupa program Pencegahan kehilangan fungsi pendengaran pada pekerja memberikan keuntungan pada pekerja berupa menjaga kemampuan pendengaran pekerja secara optimal dalam hidup dan hubungan interpersonal, menikmati musik, menyadari akan bunyi alarm bahaya dan banyak lagi.

PKP menyediakan penyaringan kesehatan lewat pemeriksaan audiometri tahunan dimana hal ini menguntungkan pekerja sejak sebelum menjadi pegawai dan selama jadi pegawai akan terdeteksi sejak awal. Termasuk didalamnya akibat lain dari kebsingan seperti kelelahan dan stres kerja.

Keuntungann lain yang di rasakan langsung adalah jika pendengaran mereka tidak berkurang sehingga dapat menurunkan angka kecelakaan kerja dan bekerja lebih efisien.

 II. Tahapan Program Konservasi Pendengaran

Tiap satuan tim dalam PKP mungkin mempunyai tanggung jawab pada tahap yang berbeda – beda dengan satuan tim yang lain dan semua tim bekerja sama sebagai satu Tim PKP.

Tahap survey kebisingan

Alat pengukur kebisingan lingkungan atau yang personal diperlukan untuk menentukan tingkat kebisingan dan memperkirakan pajanan kebisingan dan memperkirakan pula apakah PKP diperlukan.

Hasil survey harus mencakup identifikasi

  • Tempat kerja atau deskripsi pekerjaan
  • Areal pekerjaan
  • Pengunaan Alat Pelindung Diri
    • Adekuat
    • Sesuai dengan intensitas bunyi (< 85 dB, 85 – 89 dB, 90 – 94 dB, 95 – 99 dB)
    • Kenyamanan

Hasil dari survey ini akan menunjukkan area mana yang dominan pajanan kebisingannya dan konsekwensi teknik apa yang harus dilakukan, jika hal ini dilakukan maka secara signifikan akan mengurangi pajanan kebisingan.

III. Pengendalian Teknik dan administratif

Read More